Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Konsisten Sosialisasi Norma Kehidupan Baru

Ferdian Ananda Majni
27/7/2020 00:10
Konsisten Sosialisasi Norma Kehidupan Baru
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat(MI/M. Irfan)

MENJADIKAN protokol kesehatan di masa pandemi sebagai perilaku dalam keseharian membutuhkan sosialisasi pemahaman norma kehidupan baru yang konsisten hingga ke akar rumput. 

Pemerintah perlu segera menerapkan strategi yang tepat untuk menanamkan norma kehidupan baru di masa pandemi yang bisa diterima seluruh masyarakat. “Norma kehidupan baru di masa pandemi belum banyak dipahami masyarakat, akibatnya penyebaran covid-19 terus terjadi di tengah upaya pemerintah menggenjot sektor ekonomi,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, kemarin, menanggapi munculnya klaster-klaster baru penyebaran covid-19 di sejumlah daerah.

Klaster baru tersebut, menurut Rerie-sapaan akrab Lestari, antara lain klaster perkantoran yang berujung penutupan kantor dan terpaparnya sejumlah pejabat di daerah, serta klaster gowes bareng di kalangan tenaga kesehatan (nakes) yang menyebabkan 30 nakes terpapar covid-19.

Rerie menambahkan, kalangan nakes seharusnya sudah sangat memahami apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di masa pandemi ini.

“Kenyataannya, 30 tenaga kesehatan terpapar virus korona saat ikut acara gowes bareng di Blitar, Jawa Timur,” tukasnya.

Adapun klaster perkantoran, terutama di kantor-kantor pemerintahan yang juga memiliki fungsi pelayanan, menurut Legislator Partai NasDem itu, seharusnya dapat dicegah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Pejabat dan kantor pelayanan publik terpapar virus korona, menurut Rerie, sangat berisiko tinggi karena berpotensi menularkan covid-19 ke masyarakat yang dilayani. Rerie mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya ketidakpercayaan publik, karena terpengaruh opini yang keliru dan berkembang di tengah masyarakat.  Pasalnya, beberapa pekan terakhir secara terbuka muncul kelompok yang menolak anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, menuding virus korona adalah sebuah konspirasi.


Pendampingan

Terpisah, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan pihaknya memberikan pendampingan khusus untuk anak-anak yang terkonfirmasi positif covid-19. 

Kemensos bekerja sama dengan Satgas Covid-19 BNPB, Unicef, dan lembaga internasional lain seperti Yayasan Tunas Cilik telah mengeluarkan panduan bagi para pekerja sosial untuk menunjang jalannya pendampingan.

“Kami sudah mengeluarkan panduan untuk pekerja sosial bagaimana menjaga kesehatan dirinya sendiri sebagai pekerja sosial serta bagaimana menangani kasus anak-anak yang terpapar covid-19, berikut juga penanganan kepada keluarganya,” terangnya, Sabtu (25/7).

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi peran kaum ibu dalam masa adaptasi kebiasaan baru (ABK) di tengah pandemi.

“Kaum ibu mendampingi anak saat menjalani pembelajaran dari rumah, mendidik budi pekerti dan akhlak mereka,” ujar Menag dalam Webinar Kesiapan Menghadapi Era New Normal dari Perspektif Lintas Agama, di Jakarta, Sabtu. (RO/Bay/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya