Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pembelajaran Daring akan Berlangsung Lama

M. Iqbal Al Machmudi
24/7/2020 02:55
Pembelajaran Daring akan Berlangsung Lama
Belajar secara online(ANTARA)

FORUM Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) melakukan riset kepada anak muda di negara-negara ASEAN, dan hasilnya menunjukkan sebanyak 64% pelajar berpendapat pembelajaran secara daring akan berlangsung lama atau permanen.

Group Chief Economist Sea Singapore, Santitarn Sathirathai, mengatakan faktor tersebut dilihat dari wabah covid-19 membuat akselerasidan transformasi digital lebih cepat. WEF melakukan penelitian kepada 70 ribu anak muda dari 6 negara ASEAN dan 20 ribu anak muda berasal dari Indonesia.

Santitarn saat pemaparan riset secara daring menjelaskan, akselerasi digital pada anak muda juga bisa dilihat dari sebanyak 87% menambah penggunaan setidaknya satu alat digital selama covid-19 dan sebanyak 42% menggunakan setidaknya satu alat digital baru. 

Peningkatan signifikan dalam aplikasi digital selama covid-19 tentunya media sosial sebanyak 51%, edukasi online sebanyak 45%, e-commerce 42%, dan virtual meetings 40%.

“Saya pikir ini lebih baik karena lebih dari 60% anakanak menggunakan aplikasi populer dan ini bisa menjadi perubahan yang permanen,” ujarnya.

Dalam adaptasinya pembelajaran secara daring memengaruhi pola pikir dari anak muda di ASEAN tetap bertumbuh. Sebanyak 41% anak muda belajar kemampuan baru melalui pembelajaran daring.

“Bahkan 48% anak muda belajar untuk ketahanan kesehatan di masa pandemi ini. Anak muda dengan rentan umur 16-25 tahun lebih mungkin untuk belajar bisnis baru,” ucapnya.

Terpisah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan banyak siswa mengalami tekanan secara psikologis hingga putus sekolah karena berbagai masalah yang muncul selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring di masa pandemi virus korona ini.

“Banyak anak tidak bisa mengakses PJJ secara daring sehingga banyak dari mereka yang tidak naik kelas sampai putus sekolah,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, KPAI menerima sejumlah pengaduan yang menunjukkan bahwa guru dan sekolah tetap mengejar ketercapaian kurikulum.


Digitalisasi

Keberadaan perangkat internet Indonesia ini juga disinggung CEO Media Group, Mirdal Akib, pada kesempatan diskusi secara daring, kemarin.

Menurut dia, kecepatan transmisi data internet (broadband) yang dimiliki Indonesia belum dapat digunakan maksimal meski teknologi yang disediakan terus berkembang. Hal ini akibat digitalisasi nasional yang mengalami kemunduran.

Mirdal menyayangkan penggunaan smartphone hanya dapat dimaksimalkan jika digunakan di negara tetangga, seperti Singapura dan Korea Selatan sebab kedua negara tersebut telah melakukan digitalisasi atau analog switch off (ASO).

Frekuensi dapat diefisiensi bila diubah menjadi televisi digital. “Digitalisasi televisi bisa memberi kontribusi besar untuk masyarakat. Sisa frekuensi dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti akses internet,” ujar Mirdal. (Ata/Ifa/Medcom.id/H-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya