Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tanoto Foundation Bantah Pakai Dana Pemerintah di Pendidikan

Basuki Eka Purnama
23/7/2020 08:27
Tanoto Foundation Bantah Pakai Dana Pemerintah di Pendidikan
Penerima beasiswa Sayap Garuda dari Tonoto Foundation berkumpul di Pangkalan Kerinci, Riau.(Antara/HO)

TANOTO Foundation, organisasi filantropi yang bekerja dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia, membantah menggunakan dana pemerintah untuk pengembangan program pendidikan.

"Tanoto Foundation selalu berkomitmen mendukung pemerintah dan memilih jalur pembiayaan mandiri," kata Communication Director Tanoto Foundation Haviez Gautama dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/7).

Pernyataan itu disampaikan sekaligus meluruskan pernyataan Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda yang mempertanyakan dua organisasi, salah satunya Tanoto Foundation, yang menjadi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Program Organisasi Penggerak (POP).

Baca juga: Mengasuh Anak agar Pandai dan Berkarakter

Sebelumnya, Syaiful Huda mengatakan Tanoto Foundation masuk dalam kategori gajah yang bisa mendapatkan hibah hingga Rp20 miliar per
tahun dalam POP.

Untuk mendukung program itu, Kemendikbud mengalokasikan anggaran hampir Rp600 miliar. Anggaran tersebut akan dibagikan untuk membiayai pelatihan atau peningkatan kapasitas yang diadakan organisasi masyarakat (ormas) yang terpilih.

Syaiful Huda menyatakan bahwa Tanoto Foundation termasuk dua dari 156 ormas yang lolos sebagai Organisasi Penggerak.

Untuk itu, Haviez Gautama menegaskan Tanoto Foundation yang terus berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia sejak 1981 terus memilih pendanaan mandiri dan sepeser pun tidak pernah menggunakan dana pemerintah.

Tanoto Foundation dipilih oleh Kemendikbud menjadi salah satu pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP).

Dalam program itu, kata dia, Kemendikbud mengundang seluruh ormas di Indonesia untuk berkompetisi membangun sekolah penggerak dan menyediakan pilihan kepada ormas untuk membiayai pelaksanaan POP secara mandiri atau mengajukan permohonan pendanaan kepada pemerintah.

"Tanoto Foundation mendukung pemerintah dan memilih jalur pembiayaan mandiri. Dengan demikian keikutsertaan dalam POP, melalui Program PINTAR Penggerak, dirancang tidak menggunakan dana pemerintah, namun sepenuhnya dibiayai dana sendiri dengan nilai investasi lebih dari Rp50 miliar untuk periode dua tahun," katanya.

Proses seleksi program PINTAR Penggerak dilakukan terhadap 324 proposal dari 260 ormas yang hasilnya terpilih 183 proposal dari 156 ormas.

Melalui Program PINTAR Penggerak itu, Tanoto Foundation akan bekerja untuk mengembangkan kapasitas tenaga pengajar di 260 Sekolah Penggerak (160 sekolah dasar dan 100 sekolah menengah pertama) rintisan di empat kabupaten, yakni Kampar (Riau), Muaro Jambi (Jambi), Tegal (Jawa Tengah) dan Kutai Barat (Kalimantan Timur). (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya