Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUMUMAN duo youtuber kakak beradik Jovial Da Lopez, 30, dan Andovi Da Lopez, 26, bahwa 2021 akan menjadi tahun terakhir berkiprah di Youtube menuai beragam respons.
Menurut mereka, keputusan mundur itu bertujuan mendorong perubahan sistem yang ada di platform digital. Melalui akun SkinnyIndonesia24, kurang-lebih sembilan tahun duo kakak-beradik Jovi-Dovi membuat konten video di Youtube. Akhir Juni lalu, mereka sempat mengunggah video pengumuman hendak mundurnya mereka dari platform yang telah membesarkan nama keduanya.
Di berbagai kesempatan, mereka selalu menampik bahwa ini merupakan rekayasa dan ajang promosi film terbaru mereka, Bucin.
“Kalau masih ada saja yang kira ini setting-an, pemikirannya berarti sempit. Eksosistem kita itu berarti sudah begitu setting-annya sampai yang bukan rekayasa pun dianggap rekayasa,” tegas Andovi Da Lopez dalam siaran langsung Instagram bersama radio Hardrock FM, Senin, (13/7).
Langkah ini diambil sebagai upaya mereka dalam mendorong perubahan sistem yang ada di platform digital saat ini. Jovi menyebutkan bahwa mereka ingin memberikan contoh melalui tindakan, alihalih dengan sekadar berkomentar. Ia juga menyayangkan banyaknya konten video yang bagus dan berkualitas justru tersingkir dengan konten video yang kerap kali merupakan rekayasa dan menurutnya kurang substantif.
“Ada dua tipe, mereka yang menggurui dengan berkomentar. Namun, ada yang leave by example. Mungkin kami terkesan enggak vokal. Namun, dengan tindakan ini kami menunjukkan bahwa kami vokal. Kami berbicara dengan tindakan,” kata Jovi yang memproduseri film Bucin.
Ia mencontohkan, ketika banyak kreator konten yang memproduksi video gerebek rumah dan pamer harta kekayaan, ia bersama adiknya melawan dengan membuat video keliling Indonesia untuk tur sekolah. Dalam video tersebut, keduanya menunjukkan kondisi sekolah yang
dikunjungi.
“Content creating tertinggi itu ialah kalau kita bisa menunjukkan sisi lain dalam kehidupan. Bagaimana menunjukkan ada cara berpikir yang berbeda, budaya yang berbeda. Ini akan membuka pemikiran dan memberikan value bagi mereka yang menontonnya,” terang Jovi.
Karya terakhir
Dovi dan Jovi mengatakan akan memberikan seluruh hasrat dalam karya-karya terakhir sebelum akhir nya benar-benar tutup akun.
“Setahun ke depan akan ada banyak karya yang akan kami keluarkan. Ada beberapa. Bagi gue dan Dovi, karena ini karya-karya terakhir, kami berdua menaruh seluruh jiwa raga untuk tahun terakhir ini. Terserah nanti orang mau menilai jelek atau bagus,” aku Jovi.
Andovi pun menepis keraguan orang-orang tentang berhentinya mereka sebagai youtuber. Dovi menyebut, jangan menganggap youtuber seperti dewa. Ia menilai ketika pindah jalur setelah berhenti menjadi youtuber, tidak perlu lagi membuktikan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.
“Ada banyak ragam ekspresi dalam berkarya, yang bukan cuma bikin video doang. Jangan anggap Youtube itu dewa. Gue secara pribadi enggak perlu membuktikan ke siapa pun di dunia ini. Cukup membuktikan ke diri sendiri bahwa gue ini layak dan capable untuk mengejar hidup. Secara pribadi, gue merasa validasi dari orang lain enggak buat gue bahagia. Semoga banyak orang Indonesia juga sadar akan hal itu,” tegas Dovi. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved