Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kembangkan PJJ, BSNP Gelar Uji Publik

Syarief Oebadillah
09/7/2020 02:35
Kembangkan PJJ, BSNP Gelar Uji Publik
Ketua BSNP Abdul Mu’ti(Dok. MI/Rommy Pujianto)

BADAN Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tengah mengembangkan standar pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk menjawab tren pendidikan berkualitas di masa depan.

Pengembangan standar itu merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang tertuang dalam Pasal 31, sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu pendidikan.

“Saat ini, proses pengembangan draf standar PJJ sudah sampai pada tahap uji publik. BSNP memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan melalui surel Sekretariat BSNP ([email protected]),” kata Ketua BSNP Abdul Mu’ti di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, PJJ merupakan pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya memanfaatkan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi dan informasi atau media lain.

“Pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif moda PJJ. Sistem PJJ yang semakin berkembang dengan inovasi Abad-21 merupakan salah satu sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas lintas ruang, waktu, dan sosio-ekonomi,” ungkap Abdul Mu’ti.

Selama ini, dia mengakui, terdapat kerancuan dan kesalahpahaman di masyarakat tentang ‘pendidikan jarak jauh dan pembelajaran jarak jauh’ serta ‘pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran daring.’ Selain itu, sampai sekarang belum ada standar pendidikan jarak jauh yang keberadaannya sangat diperlukan.

Dijelaskan, pembelajaran jarak jauh tidak berarti semuanya harus daring. Pembelajaran dapat dikembangkan dengan blended learning dan pengembangan materi pelajaran yang mudah diakses dan murah.

Sistem baru ini, ujarnya, akan mengantarkan warga pendidikan untuk melek teknologi sebagai keniscayaan di Abad-21. Dalam mengembangkan standar baru PJJ ini, BSNP juga melibatkan tim ahli yang terdiri dari para praktisi dan akademisi di bidang yang terkait.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR mengatakan pemanfaatan teknologi akan menjadi hal yang mendasar dalam pembelajaran.


Persiapan sekolah

Selaras dengan masa transisi adaptasi kebiasaan baru atau fase kenormalan baru, sejumlah daerah mulai menyiapkan untuk  menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Mendikbud, kemarin, di Sukabumi, mendampingi Wapres Ma’ruf Amin meninjau kesiapan sekolah yang akan membuka aktivitas pembelajaran. Pada kesempatan itu, Nadiem mengatakan Kota Sukabumi akan menjadi percontohan pembelajaran tatap muka secara nasional pada masa pandemi covid-19.

“Karena Kota Sukabumi sudah masuk zona hijau, bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Tapi, untuk sementara ini berlaku bagi SMA dan SMP,” ujar Nadiem.

Kesiapan pembelajaran tatap muka di sekolah, kata Nadiem, didasari pertimbangan pada keputusan kepala sekolah. Orangtua pun diberi keleluasan bisa atau tidak menyekolahkan anaknya. “Tidak ada intervensi ataupun diskriminasi,” jelasnya.(BB/H-1)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya