Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MEWABAHNYA infeksi penyakit menular lain semasa pandemi covid-19 menjadi kewaspadaan semua pihak, termasuk para tenaga kesehatan.
Salah satu yang menjadi catatan ialah penyakit difteri yang kini menjadi wabah di Vietnam dan Haiti. Hal itu ditegaskan Sekretaris Bidang Ilmiah Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nina Dwi Putri dalam webinar peringatan HUT ke-66 IDAI, kemarin.
“Jadi, ketika pasien datang, jangan lupa di-screening, ditriase, kemudian dilihat apakah ada gejala klinis yang mengarah ke difteri, seperti demam, nyeri tenggorok, atau kalau yang kasatmata ada bull neck, atau ada kesulitan menelan,” pesan Nina.
Ia menambahkan, penggunaan alat pengaman diri (APD) lengkap saat memeriksa tenggorok merupakan hal penting, ada atau tidak ada gejala covid-19.
Kementerian Kesehatan menyatakan saat ini hampir semua provinsi di Indonesia mempunyai kasus terduga difteri. Lima provinsi dengan kasus difteri tertinggi sepanjang enam bulan terakhir (Desember 2019-Mei 2020) ialah Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Timur, dan Aceh.
“Pada 2020 hingga Mei tercatat 127 kasus difteri,” ucap Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes Vensya Sitohang.
Jika dilihat dari status imunisasi, kasus difteri saat ini lebih banyak terjadi pada pasien dengan status imunisasi yang tidak lengkap, yakni pada usia 5-9 tahun dan 10-14 tahun. Pandemi covid-19 membuat orangtua takut membawa anak mereka untuk diimunisasi. Karena itu, Kemenkes meminta petugas kesehatan menjemput bola dan melakukan surveilans difteri yang terintegrasi dengan covid-19.
Dokter spesialis anak yang juga anggota Satuan Tugas Imunisasi IDAI Ismoedijanto menyatakan penting sekali memberikan vaksin difteri pada usia anak 18 bulan. Vaksin DPT diberikan secara bertahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 2 bulan, suntikan kedua pada
usia 4 bulan, serta suntikan ketiga pada usia 6 bulan. Suntikan difteri ke-4 diberikan di antara usia 15-18 bulan, dan imunisasi terakhir pada usia 4-6 tahun. Kalau tertinggal, sahut Ismoedijanto, segera lakukan penyulaman alias ditambal.
“Mereka yang tidak datang kita lihat. Kemudian sweeping. Kita lihat kalau mereka dua bulan tetap enggak datang, kita lihat. Lalu drop out follow up (DOFU) dan backlog fighting,” pungkasnya. (Ifa/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved