Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
ANGKA kejadian bencana di Indonesia selama Januari-Juni 2020 mencapai 1.549 kali. Sebagian besar masih didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Meskipun angka kejadian bencana menurun 30% jika dibandingkan dengan periode sama pada 2019 yang mencapai 2.229 kali, daerah diminta untuk waspada, terlebih saat puncak musim kemarau tiba pada Agustus mendatang.
“BNPB mengimbau semua pihak untuk melakukan upaya kesiapsiagaan dan pencegahan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” sebut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, kemarin.
Pada 2020, BNPB mencatat angka kejadian banjir terjadi 620 kali, puting beliung 425, tanah longsor 330, kebakaran hutan dan lahan 139, gelombang pasang atau abrasi 21, gempa bumi 10, erupsi gunung api 3, dan kekeringan 1.
“Hingga akhir bulan ini, kejadian banjir masih terjadi di beberapa wilayah seperti di wilayah Sulawesi dan Kalimantan,” kata Raditya.
Daerah dengan kasus positif covid-19 yang tinggi juga diminta menyiapkan diri dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, khususnya dalam penanganan pengungsi di saat pandemi.
“Ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra dan antisipasi semua pihak di daerah sehingga potensi tertular pada saat melakukan respons darurat dapat dihindarkan,” tegas Raditya.
Soal ancaman kebakaran hutan, Presiden Joko Widodo juga mewanti-wanti sejumlah kapolres saat perayaan hari ulang tahun ke-74 Bhayangkara, kemarin. “Tolong dijaga. Kepada seluruh jajaran baik polda maupun polres, urusan kebakaran jangan dilupakan karena ini kita sudah masuk ke musim kemarau. Terutama penegakan hukumnya, lakukan secara tegas,” cetusnya. (Fer/Pra/H-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved