Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Didik Nini Thowok  Ikuti Lathi Challenge

Ihfa Firdausya
25/6/2020 02:55
Didik Nini Thowok  Ikuti Lathi Challenge
Maestro tari Didik Nini Thowok(MI/Adam Dwi)

MAESTRO tari Didik Nini Thowok, 65, turut meramaikan Lathi Challenge yang sedang viral di media sosial. Ini merupakan tantangan merias wajah perempuan horor sambil menari diiringi lagu Lathi karya Weird Genius berkolaborasi dengan penyanyi Sara Fajira.

“Selamat buat Weird Genius atas karyanya yang menginspirasi banyak orang, termasuk eyang,” kata Didik melalui akun Youtube miliknya dikutip kemarin.

Dalam perbincangan melalui sambungan telpon, Didik mengapresiasi lagu dan video musik Lathi yang disebutnya lekat dengan tradisi teater Noh Jepang. “Saya melihat di dalam klipnya Weird Genius ini memang menggambarkan perempuan disakiti, kemudian muncul menjadi menakutkan. Itu saya lihat paralel dengan filosofi Jepang Noh,” kata pria bernama lahir Kwee Tjoen An tersebut.

Didik mengatakan, filosofi yang terdapat di lagu Lathi teramat dalam dan menarik untuk dikulik dari sisi budaya. Sebab itu, dirinya kemudian tertarik membuat video klip Lathi Challenge berdasarkan versinya yang terinspirasi dari teater Noh.

“Dan kebetulan ini juga atas dorongan dari anak dan manajemen yang menghubungi saya. Mereka bilang ini lagi viral Lathi Challenge, sehingga saya tertarik,” papar dia.

Lathi Challenge versi Didik menampilkan topeng Hannya berwarna dari Jepang dibalut dengan tari Dwimuka. Lathi Challenge Didik ditayangkan melalui kanal Youtube didikninithowok. 

“Kemunculan topeng Hannya yang warna merah itu, bahwa sebenarnya itu filosofi di Jepang bahwa perempuan kalau menikah memakai itu dan menutupi tanduknya menggunakan topi warna putih. Itu simbolnya, bahwa perempuan kalau marah punya tanduk. Itu sebenarnya simbol bahwa perempuan kalau marah menakutkan. Ada sisi demonnya yang muncul,” ungkap dia. 


Inspirasi

Keikutsertaan Didik dalam Lathi Challenge tak hanya atas dorongan manajemennya. Ia mengaku terinspirasi atas adanya pemahaman yang keliru dalam masyarakat. “Pemahaman yang keliru seperti lagu macapat Lingsir Wengi katanya untuk mengundang kuntilanak (goblok permanen sayang..), belajar. Sempat dikatakan Lathi pemuja setan hadehhhh Gusti Nyuwun Kawelasan ,” ujar Didik dalam unggahan Instagram-nya.

Menurutnya, ketidaktahuan tersebut karena banyak masyarakat yang tidak memahami bahasa Jawa. “Mbok ya belajar belajar dan belajar kalau belum tahu bahasa Jawa ya belajar supaya tidak gagal paham. Yuk sayang kita jadi generasi milenial yang smart dan berbudaya.... ingat budaya merupakan identitas sebuah bangsa besar,” lanjutnya.

Didik menambahkan, ia pernah mempelajari budaya Jepang. Ia melihat ada persamaan filosofi tentang simbol kemarahan perempuan dalam budaya Jepang dengan budaya Jawa. “Baca topeng Hannya dan Tsunokakushi di Google.... Matur nuwun, terima kasih, kamsia, matur suksme, sukria, arigatou, kamsahamida,” imbuhnya.

Lathi karya band Weird Genius menjadi viral di dunia maya setelah diluncurkan pada Maret lalu. Lagu tersebut juga banyak dipakai dalam aplikasi Tik Tok hingga memunculkan tagar #LathiChallenge, yakni tantangan make up menggunakan lagu Lathi. Di Malaysia, lagu tersebut bahkan diharamkan karena disebut sebagai lagu pemanggil setan. (Medcom.id/H-3)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya