Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Prilly Latuconsina Bangga Menjadi Orang Indonesia Timur

Galih Agus Saputra
22/6/2020 04:10
Prilly Latuconsina Bangga Menjadi Orang Indonesia Timur
Aktris Prilly Latuconsina(Instagram @prillylatuconsina96)

AKSI menentang praktik diskriminasi dan rasialisme masih menghangat di Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh dunia. Fenomena itu turut menarik perhatian salah satu aktris muda Indonesia, Prilly Latuconsina.

Lajang berusia 23 tahun itu bahkan membahasnya dengan sejumlah narasumber dalam program bincang di akun Youtube pribadinya, belum lama ini. Menurut Prilly, persoalan diskriminasi, stigma, dan stereotipe memang sangat sulit di hilangkan.

Sampai kapan pun, ujarnya, persoalan itu akan muncul di berbagai macam profesi, ras, dan lain sebagainya. Untuk menghadapinya, tiap orang berperan besar menjadi agen perubahan dan tidak menjadi bagian dari aksi diskriminatif itu.

“Kita bukan orang yang melakukan hal itu. Kita bukan orang yang melakukan stereotipe itu. Kita bukan orang yang memperlakukan orang lain berdasarkan penilaian diri sendiri, yang sebenarnya tidak ditemukan fakta sesungguhnya. Masak mentang-mentang kulitnya berbeda, terus dipikir negatif, kita bukan orang seperti itu,” tutur pemeran Sisi  dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (2014) itu.

Dalam siaran berdurasi lebih dari 30 menit tersebut, mereka tidak hanya membahas praktik diskriminatif di Amerika Serikat yang menuai penolakan keras, tapi juga di Tanah Air. Perbedaan ekonomi, sosial, dan budaya antara barat dan timur Indonesia cukup kontras. Namun, dengan kehadiran internet, lambat laun perbedaan itu terkikis dan lahirlah harmoni.

Menurut dara berdarah Ambon, Maluku, itu, Indonesia kini sudah sangat jauh berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Hampir semua daerah di Indonesia sudah dapat mengakses internet, yang oleh karena itu baik yang tinggal di kota maupun daerah sudah punya kesempatan yang sama untuk mengakses informasi.

“Kalian netizen yang komen ‘Di Papua ada sampo tidak?’, atau ‘Orang Ambon serem-serem’, atau ‘Orang Medan ngomongnya keras’, guys, please, ini sudah era modern, ini sudah 2020, semua orang bisa mengakses internet kapan pun. Semua orang punya hak yang sama, mendapat fasilitas yang sama di zaman sekarang. Jadi, semua orang punya kesempatan yang sama,” bebernya.


Muda, kaya

Prilly juga mengajak teman-teman dari Indonesia Timur untuk tidak takut atau menutup diri dengan apa yang sedang dihadapi. Ia mengatakan stigma dan perundungan pada dasarnya dapat diatasi dengan rasa percaya diri dan memberikan yang terbaik.

Prilly memang tidak sesumbar. Dalam usianya yang masih muda, pemeran film Danur itu bisa meraup uang hingga di atas Rp100 juta untuk sekali unggahan foto dan video di akun Instagram-nya, seperti diungkapkannya dalam channel Youtube Boy William.

Di usia mudanya, Prilly sudah memiliki rumah empat lantai di kawasan Tangerang, Banten, seharga puluhan miliar rupiah. Pundi-pundinya didapat bukan hanya dari kerja kerasnya di dunia film, tapi juga kuliner serta fesyen.

Sebagai anak muda, tentu ada keinginan untuk berbelanja. Kendati keuangan dipercayakan kepada orangtua, Prilly sesekali membeli barang yang diinginkan dengan tetap berdiskusi dengan orangtuanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya