Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Nia Dinata, 51, mengatakan, meski sejumlah aktivitas perfilman di Indonesia mandek selama pandemi, masih banyak hikmah yang bisa didapatkan. Salah satunya ialah ketersediaan waktu luang untuk mendiskusikan skandal-skandal di dunia perfilman.
“Jika biasanya kita omongin proyek film, sekarang kita ngomong heart to heart, apa yang selama ini tidak adil, apakah ada kekerasan seksual di perfilman Indonesia, dan itu semua kita omongin,” kata Nia dalam diskusi virtual bersama Melting Pot Community, Selasa (16/6).
Nia mengungkapkan banyak kasus pelecehan seksual hingga kekerasan fisik dan psikologis yang terjadi, baik di antara pemeran maupun antardivisi di dunia perfi lman.
“Ternyata banyak kekerasan yang masih terjadi. Kita juga mencari tahu apa sih yang membuat kasus yang menyebabkan tertindas secara fisik ataupun psikologis,” papar sutradara Arisan! tersebut.
Tak hanya isu kekerasan,Nia juga mengungkapkan ketidakadilan lain yang kerap terjadi di dunia industri hiburan seperti masalah pembayaran. Dalam diskusi itu, Nia juga mengatakan bahwa dunia perfilman sangat terdampak dengan pandemi virus korona. Banyak
proyek film terpaksa ditunda karena adanya pandemi yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, tersebut.
“Semua kena karena perfi lman ialah kerja kolaborasi. Semua terdampak. Baik yang di depan maupun belakang layar, semua terdampak. Komunitas sinema yang juga tutup, secara literasi film, membuat diskusi juga jadi enggak bisa diadakan,” tandas dia.
Bendera
Nia yang menjadi Komite Penjurian dan Seleksi FFI 2020 juga membeberkan alasan Festival Film Indonesia (FFI) 2020 tetap dilaksanakan meski dalam kondisi pandemi. Menurutnya, hal itu lantaran FFI bak bendera yang harus tetap berdiri tegak.
“Kalau bendera jatuh, nanti semangatnya turun. Tetap diadakan dengan segala fleksibilitas disesuaikan dengan pandemi,” imbuh Nia.
Seperti diketahui penyelenggaraan Academy Awards (Oscar) 2021 dan British Academy Film Awards (Bafta) ditunda akibat pandemi. Nia menambahkan, pihaknya juga telah mempertimbangkan segala kemungkinan penyelenggaraan FFI pada akhir tahun.
“Oscar dan Bafta mundur karena awal tahun mereka tidak punya cukup banyak film untuk diseleksi. Kalau FFI tayang di akhir tahun, kita masih punya setidaknya 53 film,” tegas sutradara Berbagi Suami itu.
Penyelenggaraan FFI 2020, jelas Nia, sudah dipersiapkan oleh insan perfilman yang tergabung dalam Komite Festival Film Indonesia. Mereka sudah mulai bekerja jauh sebelum pandemi virus korona terjadi.
“Di awal Januari, kita sudah bekerja tanpa tahu ada pandemi. Kita juga sudah brainstorming sehingga saat pandemi menghajar kita di pertengahan Maret, itu yang dipikirkan untuk malam nominasi dan malam anugerah, dipikirkan sangat hatihati sekali tetap diadakan atau
enggak,” ungkap dia.
FFI 2020 rencananya alan digelar pada 5 Desember 2020. Hingga saat ini, FFI telah memasukkan sebanyak 53 film panjang yang dikurasi untuk seleksi awal. Hal ini belum termasuk film dokumenter, film pendek, film animasi, dan film eksperimental lainnya. (Medcom.id/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved