Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN aktris Artika Sari Devi Kusmayadi, 40, dan penyanyi Ibrahim Imran (Baim), 45, berbagi strategi kekompakan menghadapi masa-masa krisis akibat pandemi virus korona baru (covid-19), terutama terkait dengan mengurus rumah dan anak.
Satu suara sebelum bertindak apa pun menjadi kuncinya. Diceritakan Artika, awal pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk dimulainya pembelajaran jarak jauh bagi kedua anaknya, Abby dan Zoe, membuat pasangan ini punya banyak pekerjaan baru selama pandemi.
Artika berperan sebagai guru les dan petugas kebersihan rumah, sedangkan Baim sebagai tukang penatu, yaitu mencuci dan menjemur, menjadi koki sementara, serta menjadi pawang anak-anak ketika bermain.
“Ada ke-chaos-an terjadi di awal di rumah saja. Otomatis aktivitas sehari-hari yang biasanya anak-anak pergi ke sekolah, sekarang di rumah selama 24 jam. Kami harus menggantikan posisi guru meng-handle anak-anak dan mengurus rumah dengan hanya berempat. Itu karena kami pada awal pandemi sudah memulangkan asisten rumah tangga,” kata Artika melalui Instagram Live, Senin (15/6).
Sebagai kepala keluarga, Baim kebagian memikirkan pendapatan untuk memenuhi pengeluaran belanja kebutuhan rumah. Namun, pekerjaan Baim yang utama ialah bermain musik beserta band yang berurusan dengan banyak orang dan saat ini tidak bisa dilakukan entah sampai kapan.
Beruntung, mereka telah menyusun manajemen keuangan dengan pemikiran jauh ke depan. “Primitifnya berupa tabungan. Selama ini, kita hidup dari tabungan,” jelas Baim. Menurutnya, semua pengeluaran sudah dikalkulasi, mulai bayar uang sekolah, overhead cost rumah, hingga bayar listrik. Mereka mengantisipasi kondisi tersebut dengan mulai menghemat listik dan mengubah sebagian kebiasaan seperti makan di luar.
“Jadi, di kepala saya chaos-nya, ya, saat itu, awal pertengahan Maret yang terjadi kekacauan tidak cuma secara fisik, tapi juga secara mental. Selama dua minggu pertama sering pusing, tekanan tensi naik. Setelah itu, bagaimana caranya putar otak untuk tidak terlarut ke krisis ini,” cerita Baim.
Sepakat
Menghadapi kondisi demikian, Artika dan Baim melakukan kesepakatan agar bisa satu suara sehingga tidak membuat anak-anak mereka pusing.
“Selama masa krisis seperti ini, orangtua juga harus mampu menenangkan kecemasan anak dengan mendengarkan dan menerima perasaan anak. Penting agar orangtua membantu anak mengatasi rasa cemas dan menjelaskan ke mereka untuk bersabar di rumah,” papar Artika yang menjadi Puteri Indonesia 2004.
Artika sengaja membuat manajemen aktivitas rumah bagi anak agar terkontrol waktu untuk mengerjakan tugas, bermain, dan aktivitas rumah lainnya.
“Mereka juga kami bekali apa yang harus diantisipasi dalam situasi seperti ini. Awal-awal memang kerepotan karena mereka ingin sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan, penting untuk memberi pemahaman seperti itu kepada anak, alasan mereka harus tinggal di rumah dulu dan sekolah dilakukan dari rumah.
“Anak-anak dijelaskan virus ini bisa menginfeksi siapa saja dengan daya tahan tubuh lemah. Makanya, mereka harus menjaga kesehatan, kebersihan, dan rajin berjemur,” pungkasnya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved