Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI rap Iwa Kusuma atau akrab dengan sapaan Iwa K, 49, baru saja merilis album terbarunya Musafir Malam pada Mei lalu. Dalam sebuah perbincangan dengan sutradara Riri Riza melalui Instagram Live, Iwa menceritakan inspirasi album itu berasal dari penerimaan diri akan sisi gelap kehidupan.
Iwa bercerita bahwa dia menyukai kata musafir malam. Berkaca pada diri, sejak masa muda, dirinya menjadi aktif dan produktif justru pada malam hari.
“Saya memang tipikal orang yang kalau sudah malam tidak bisa diam. Mungkin dari SMA, saya senang menulis, berjalan-jalan kalau malam, baik secara imajinasi maupun secara fisik. Pulang guyub bersama teman-teman pun pikiran tidak bisa diam kalau malam. Saya menyebut kegiatan itu saya melakukan perjalanan malam, seperti musafir,” papar Iwa kepada Riri Riza, Kamis (11/6).
Iwa pun sadar dirinya tidak sendirian. Banyak orang-orang kreatif yang menemukan ide brilian di malam hari. Selain itu, Iwa mengakui dirinya sangat mengagumi malam. Dia mengibaratkan kondisi malam hari sebagai sisi gelap yang menjadi bagian kesempurnaan.
“Sampai akhirnya saya merasa heran kok orang merasa jijik sama malam, sisi gelap kehidupan dan sebagainya. Padahal, sisi gelap dari suatu hari atau sisi gelap dari diri kita bukan sesuatu yang harus membuat kita jijik. Namun, itu bagian dari kesempurnaan diri. Makanya saya selalu suka bulan sabit. Bulan sabit itu tidak pernah menyembunyikan sisi gelapnya, tetapi cantik banget,” imbuh pelantun Bebas tersebut.
Tidak melulu orang yang kelihatan sisi gelapnya menjadi jelek. Pemikiran ini pun dia angkat menjadi salah satu program talkshow-nya di sebuah stasiun TV kabel. Konsep album Musafir Malam bercerita tentang orang yang menghargai kegelapan di sisi hidup.
“Bagaimana caranya orang bounce back dari sisi gelap hidupnya. Makanya tamu talkshow saya ialah orang yang mengalami titik balik entah dari masalah hukum, masalah pribadi, cinta, dan lainnya. Itu tidak bisa dilakukan dengan orang yang tidak bisa menerima kegelapan. Orang tidak akan bisa senang kalau tidak menerima dirinya susah. Acceptance dan akhirnya gue menjadi mengeksplor lagi tentang sisi sisi gelap itu bukan sesuatu yang harus dijauhi. Itu bagian dari perjalanan hidup kita,” kata Iwa.
Musik-musik di album Musafi r Malam pun hadir dari berbagai obrolan tamu-tamu selebritas yang bertandang ke talkshow-nya. Iwa memiliki misi ingin menyebarkan gelombang positif atas perspektif dari orang-orang yang berhasil mengalami titik balik dari kehidupan gelap. Berbagai kisah dia tuangkan menjadi lirik-lirik lagu.
“Saya pikir sayang kalau hanya selesai di obrolan talkshow sebab orang yang hidup atau pernah berada di sisi gelap akan menghargai secercah kecil apa pun cahaya yang ada dan menghargai kebaikankebaikan kecil,” ujar Iwa yang bermain dalam film Hong Kong Kasarung.
Ketat
Selama pandemi, Iwa mengaku baru dua kali harus keluar rumah karena kerjaan syuting. Itu pun dia lakukan dengan protokol yang ketat.
“Saya sendiri orang yang sangat meminimalisasi keluar rumah. Kalau sebelum pandemi, saya orang yang doyan guyub. Di masa pandemi sendiri saya juga memikirkan ada orang-orang di rumah yang mesti diperhatikan kesehatannya. Saya melihat dengan nalar saja soal virus ini,” kata Iwa.
Iwa meyakini banyak sekali hal kreatif yang bisa dilakukan dari rumah. Hanya, orang-orang umumnya belum menemukan harta karun potensi diri yang bisa digali. “Saya pikir saya mencari kesenangan dengan di rumah. Banyak kok titik-titik kreatif yang bisa kita bikin. Banyak harta karun yang belum kita gali,” kata Iwa. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved