Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS dan presenter Maya Septha, 33, kerap membagikan tulisan mengenai pernikahan dalam akun media sosialnya.
Melalui Instagram, Minggu (14/6), ia juga berbagi kesiapan yang harus dimiliki oleh mereka yang hendak memasuki jenjang pernikahan.
“Pastikan kamu sudah siap mengalah, bisa mengatur emosi dan mengakui kesalahan, berani minta maaf, mau mengutamakan kebahagiaan pasanganmu, mampu menelan ego pribadi demi kebahagiaan bersama, dan mau belajar saling memuji, saling terbuka tentang hal-hal dan menerima kenyataan supaya bisa saling melayani pasanganmu dengan lebih baik lagi,” ujar Maya yang berperan sebagai Neng Maya dalam acara talkshow di sebuah stasiun televisi.
Ia menyarankan lebih baik menunda jika belum siap. “Kalau belum bisa, kumohon jangan menikah. Kasian pasanganmu nanti, dan kalau punya anak, kashian anakmu,” sambung istri Krisna Wardhana Sidarta itu.
Maya menambahkan, pemilihan karakter pasangan akan sangat berpengaruh dalam kehidupan pernikahan. Begitu juga untuk kesuksesan sebagai sosok orangtua bagi anak-anak. “Bagaimana kamu memilih karakter pasanganmu menentukan kehidupan pernikahanmu dan orangtua macam apa yang anak-anakmu akan miliki,” tandasnya.
Ia juga menekankan agar bersikap bijak dalam pernikahan karena pilihan berbanding lurus dengan tanggung jawab. “Be wise. And yes, its your choice. Your responsibility,” tegas Maya.
Bagi mereka yang masih pacaran, Maya mengingatkan bahwa pernikahan bukan main rumah-rumahan. Menikah bukan untuk orang yang kekanak-kanakan. Semakin seseorang tidak bersikap dewasa, semakit sulit. “Buat yang masih pacaran, sungguh menikah itu bukan main rumah-rumahan, pacar-pacaran, hahahaha. Menikah bukan untuk orang yang kekanakan. Semakin nggak dewasa akan semakin ribet pernikahanmu,” tandasnya.
Beda
Maya juga memaparkan perbedaan antara pacaran dan pernikahan yang dia jalani. Menurutnya, pacaran dan pernikahan adalah dua hal yang sangat berbeda meski dengan orang yang sama.
“Sungguh beda pacaran sama menikah. Orangnya sama. Karakternya juga sudah betul-betul aku pilih benar-benar semelekmeleknya dulu waktu kelas premarital. Jadi sudah kurang lebih tau apa isi paket yang aku pilih beserta kekurangan yang harus diterima seumur hidup. Udah siap mental,” terang Maya yang pernah menjadi presenter One Stop Football.
Maya menuturkan, perbedaan paling besar ialah keadaan dan tanggung jawab yang diemban. Menurutnya, ketika pacaran ia dan pasangan hanya memikirkan kebaikan sendiri. Seusai menikah dan punya tiga anak, ia tidak bisa hanya berpikir tentang dirinya, tetapi seluruh anggota keluarga . “Waktu pacaran kan taksir-taksiran dunia milik berdua. Sekarang milik berlima,” lanjutnya diselingi tawa.
“Kalau dulu, apa-apa pikir sendiri, sekarang harus memikirkan kebaikan berlima. Semua keputusan yang dibuat harus baik untuk kehidupan berlima ke depan,” sambungnya.
Ia mencontohkan saat masih pacaran, pikirannya hanya soal tempat dan menu makan, lokasi dan film yang hendak ditonton. Ketika sudah menikah, sangat jauh berbeda. Ia dan suami juga harus memikirkan popok, susu, makanan anak, dan bermacam tagihan dari mulai listrik, air, listrik, hingga pajak. Selain itu, masih juga harus menghadapi kewajiban lain sebagai orangtua. “Pekerjaan rumah sekolah (anak) sudah selesai belum. Bahkan anak sudah eek (buang air besar) belum, dan sejuta kewajiban lainnya,” tukasnya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved