Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN riset kesehatan kasar 2018, menunjukkan prevalensi balita underweight 17,7%, stunting 30,8%, wasting 10,2% dan obesitas 8%. Artinya, masalah pemenuhan gizi ibu dan anak di Indonesia masih membutuhkan perhatian serus.
Perwakilan Konsorsium Pangan Bijak Nusantara, Cristina Eghenter, berpendapat masalah gizi buruk seharusnya tidak muncul jika pemerintah mendorong pemanfaatan pangan lokal.
"Secara umum, kita memiliki lebih banyak pilihan sumber pangan sebagai sumber nutrisi alternatif. Dari sumber pangan yang bukan beras," ucap Cristina dalam diskusi virtual, Selasa (9/6).
Baca juga: Covid-19 Juga Ancam Anak Penderita Stunting
Namun, masalah yang mengemuka saat ini ialah kurangnya minat pangan lokal di tengah masyarakat. Selain itu, upaya pemerintah dalam menyediakan lahan dan mendukung petani daerah juga dinilai kurang.
"Perlu edukasi terkait nutrisi pangan lokal. Tantangannya, bagaimana terus mengubah informasi menjadi lebih popular. Sehingga anak muda lebih cepat menangkap, dan lebih cepat paham terkait informasi ini," lanjutnya.
Peneliti Lembaga Studi Dayak-21, Marko Mahin, menceritakan pemanfaatan pangan lokal oleh masyarakat adat Kalimantan Tengah. Dalam penelitian mikro di tiga desa, yakni Tewang Karangan, Dahian Tunggal dan Tumbag Lawang, menunjukkan wilayah tersebut memiliki varietas pangan nabati yang sangat tinggi. Sumber pangan itu dimanfaatkan masyarakat setempat dengan maksimal.
Baca juga: Penanganan Covid-19 di Desa Sudah Capai Rp 2,8 Triliun
"Terdapat 108 jenis padi, 30 jenis ketan, 119 jenis buah-buahan dan 172 jenis sayur. Baik budidaya maupun yang tumbuh alami di sekitar mereka," papar Marko.
Dengan kekayaan tersebut, 65% masyarakat memenuhi kebutuhan gizi dari tanaman yang tumbuh di sekitar. Mereka juga tidak membeli bahan pangan ke pasar. Pemenuhan nutrisi di wilayah tersebut tergolong baik.(OL-11)
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved