Jumat 22 Mei 2020, 05:20 WIB

Sukses Tekan Emisi GRK RI Terima US$56 Juta

Fer/H-1 | Humaniora
Sukses Tekan Emisi GRK RI Terima US$56 Juta

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Berdasarkan data Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) menargetkan penurunan emisi karbon gas rumah kaca hingga 26 persen pada 2020.

 

KEBERHASILAN Indonesia menekan laju deforestasi dan degradasi hutan serta berbagai konsistensi kebijakan pendukung lainnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Untuk pertama kalinya pemerintah Indonesia akan menerima pembayaran hasil kerja penurunan emisi GRK dari Norwegia sebesar proyeksi US$56 juta atau lebih dari Rp840 miliar. Penyerahan dana itu akan dilakukan pada bulan mendatang. Momen ini bertepatan dengan peringatan 10 tahun kebersamaan kedua negara menyepakati kerja sama pendanaan iklim melalui komitmen nota kesepakatan (letter of intent/LoI) pada 2010.

“Diproyeksikan Juni 2020 dana tersebut dibayarkan dengan skema result based payment (RBP). Ini merupakan pembayaran pertama kalinya atas prestasi penurunan emisi karbon dari kehutanan tahun 2016/2017. Keberhasilan mengurangi emisi ini tidak terlepas dari komitmen, dukungan, dan upaya korektif pemerintah secara kolektif di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya, kemarin.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah dokumen dan laporan sebagai prasyarat pembayaran. Di antaranya dokumen measurement, reporting, and verification (MRV) sebagai basis panduan penghitungan RBP untuk kinerja REDD+ Indonesia sejak 2016 dan mencapai kesepakatan pada Februari 2019.

Selanjutnya, laporan penurunan emisi GRK sebagai dasar pengajuan pembayaran RBP pertama dari deforestasi dan degradasi hutan tahun 2016/2017, dengan data baseline 2006/2007 sampai dengan 2015/2016.

Penurunan emisi GRK Indonesia 2016/2017 dilaporkan sebesar 4,8 juta ton CO2eq. Pengajuan resmi dilakukan pada Juni 2019 untuk RBP pertama dari REDD+ dan selanjutnya dilakukan verifikasi sesuai ketentuan MRV. Setelah verifikasi oleh pihak Norwegia pada 1 November 2019 hingga Maret 2020, penurunan emisi 2016/2017 ialah sebesar 11,2 juta ton CO2eq, yang dinilai lebih tinggi dari laporan semula sebesar 4,8 juta ton CO2eq. (Fer/H-1)

Baca Juga

Ist

Memilih Camilan Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:55 WIB
Berdasarkan studi, hampir semua anak Indonesia (97,7%) mengonsumsi lebih banyak camilan dan minuman kemasan daripada sayuran dan...
Dok. Dekopin

Gandeng Kampus, Dekopin Beri Subsisi Biaya Kuliah

👤Gana Buana 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:38 WIB
"Para praktisi koperasi bisa mengikuti kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan pergi ke kota untuk...
MI/Gabriel Langga

Restorasi Gambut dan Mangrove Berkoordinasi dengan Kementerian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:36 WIB
BRGM diberi tugas melaksanakan percepatan rehabilitasi mangrove di sembilan provinsi, sedangkan BRGM juga diberi tugas melaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya