Selasa 05 Mei 2020, 22:46 WIB

Lestari Moerdijat Minta Reformasi Pendidikan harus Terukur

Mediaindoneaia.com | Humaniora
Lestari Moerdijat Minta Reformasi Pendidikan harus Terukur

MI/ Gino Hadi
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengimbau refomasi pendidikan yang akan dilakukan pemerintah harus terukur. 

"Sebelum melakukan reformasi harus ada pemetaan semua permasalahan sektor pendidikan, sehingga hasil dari reformasi bisa diterapkan sesuai kondisi yang ada," kata Lestari Moerdijat menyikapi rencana pemerintah yang akan melaksanakan reformasi pendidikan tahun depan, Selasa (5/5).

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, permasalahan sektor pendidikan yang saat ini dihadapi mencakup kualitas SDM guru, pembiayaan operasional sekolah dan mengembangkan local wisdom.

Lebih dari itu, tandasnya, kurikulum pendidikan harus bisa menjadi rujukan pedagogis yang mudah diimplementasikan oleh para guru di perkotaan hingga pelosok desa.

Pengembangan sektor pendidikan, jelas Legislator Partai NasDem, harus dilakukan sesuai tahapan yang benar. 

"Karena pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dalam mencetak SDM yang berdaya saing," jelasnya.

Apalagi sebelum terkena dampak wabah Covid-19, menurut Rerie, kondisi peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia berdasarkan survei 2018 berada di urutan bawah.

PISA merupakan metode penilaian internasional yang menjadi indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global.

Untuk nilai kompetensi membaca, Indonesia berada dalam peringkat 72 dari 77 negara. Untuk nilai matematika, berada di peringkat 72 dari 78 negara. Sedangkan nilai sains berada di peringkat 70 dari 78 negara. Nilai tersebut cenderung stagnan dalam 10 - 15 tahun terakhir.

Di tengah pandemi korona, menurut Rerie, perlu upaya yang lebih untuk memperluas jangkauan pemerataan pendidikan di tanah air.

Hikmah yang bisa diambil dari wabah Covid-19 di sektor pendidikan, menurut Rerie, adalah terbukanya mata kita bahwa sistem pendidikan nasional saat ini belum sepenuhnya mampu diakses semua siswa dari Sabang sampai Marauke.

"Karena belum ada kesetaraan dari sisi infrastruktur pendidikan dan kualitas guru di sejumlah daerah di Indonesia," pungkasnya. (OL-8).

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Usai ke NTT, Mensos Kunjungi Korban Gempa Malang

👤Suryani Wandari 🕔Minggu 11 April 2021, 07:38 WIB
Mensos dan rombongan pun menemui pengungsi di Kabupaten Lumajang untuk memastikan terpenuhi kebutuhan dasarnya...
ANTARA FOTO/	IRFAN ANSHORI

Gempa M 6,1 Dekat dengan Pusat Gempa yang Rusak Jatim di Masa Lalu

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 11 April 2021, 07:22 WIB
Episentrum gempa bumi Selatan Malang itu berdekatan dengan pusat gempa bumi yang merusak Jawa Timur pada masa lalu, yakni pada tahun 1896,...
ANTARA FOTO/	IRFAN ANSHORI

6 Meninggal Dunia dan Satu Luka Berat Dampak Gempa M 6,1 di Jatim

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 11 April 2021, 07:05 WIB
Petugas di lapangan masih terus mendata baik korban maupun kerusakan serta melakukan penilaian dampak dan kebutuhan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya