Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG yang terinfeksi virus korona baru (covid-19) dan tuberkulosis (Tb) menunjukkan gejala yang sama, seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Kedua penyakit ini juga menyerang organ paruparu dan sama-sama menular melalui kontak erat.
Meski demikian, pengobatan kedua jenis penyakit infeksi menular ini sungguh berbeda. Dengan masa inkubasi 14 hari, orang yang terinfeksi virus korona bisa sembuh sendiri dengan bertumpu pada imunitas tubuh, sedangkan Tb yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis memiliki masa inkubasi lebih lama dan orang yang terinfeksi harus rutin minum obat hingga enam bulan lamanya.
Tak mengherankan jika Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengeluarkan maklumat agar negara sedunia tidak abai dalam pencegahan Tb, di tengah perang melawan pandemi virus korona.
Pasalnya, putus obat akan membuat penderita Tb mengalami kebal obat atau (Tb resistan obat/TbRO) sehingga membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama, dari yang seharusnya enam bulan, menjadi dua tahun. Yang membuat cemas, pengidap TbRO bisa menularkan kuman yang kebal obat itu.
Hal itu diamini oleh Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis, Budi Hermawan. Menurutnya, banyak pasien Tb yang takut untuk berobat ke RS karena mereka merupakan kelompok yang rentan terinfeksi covid-19.Pasalnya, sebagian besar RS telah menjadi rujukan covid-19.
"Pemerintah telah memberi mandat kepada 132 rumah sakit di berbagai provinsi untuk menghadapi pandemi ini, termasuk 100 di antaranya ialah rumah sakit rujukan TbRO," kata Budi.
Dalam rapat dengar pendapat secara virtual bersama Komisi IX DPR RI, kemarin, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, meminta agar faskes rujukan Tb tetap menjalankan fungsinya dan memberikan layanan terpisah dengan pasien covid-19.
Berdasarkan data Balitbang Kemenkes, hingga 2018 terdapat 845 ribu kasus Tb dan Indonesia berada di peringkat ketiga negara penderita Tb terbanyak di dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 23 ribu (2,7%) penderita Tb mengalami resistan obat. (Ata/H-2)
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Australia Barat mengeluarkan peringatan campak setelah dua kasus baru ditemukan. Penerbangan Batik Air Jakarta–Perth disebut sebagai lokasi paparan, memicu imbauan kewaspadaan.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Dokter Unair mengingatkan kelelawar adalah inang alami virus Nipah. Masyarakat diminta waspada dan tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved