Senin 30 Maret 2020, 17:26 WIB

Peneliti Kembangkan Formula BCL untuk Menghalau Covid-19

Wisnu AS | Humaniora
Peneliti Kembangkan Formula BCL untuk Menghalau Covid-19

MI/ABDUS
Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation Chaerul Anwar Nidom.

 

VIRUS korona Covid-19 masuk ke tubuh manusia dan menempel di paru-paru. Apabila berhasil menembus paru-paru akan terjadi peradangan di organ vital tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan metode atau formula receptor blocker agar virus tersebut tidak menempel di paru-paru. Baru-baru ini ditemukan formula BCL yang berfungsi sebagai receptor blocker untuk menghalau Covid-19.

Baca juga: Penghentian Operasional Bus AKAP masih Tarik-Ulur, Ada Apa?

Formula BCL memiliki empat kandungan, yakni bromhexine hydrochloride, guaiphenisin, vegetable glycerine (VG), dan propylene glycol (PG). Hak paten keempat kandungan itu sudah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Chaerul Anwar Nidom yang juga Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation menjelaskan, formula BCL bekerja dengan membendung reseptor ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2) di paru-paru dan jantung.

Guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga itu menambahkan, formula tersebut tidak berbentuk kapsul atau sirup yang harus diminum, tetapi dalam bentuk vaporizer sehingga penggunaanya melalui metode aerosol (penguapan).

“Penguapan lebih efektif karena ACE2 harus dibendung secepat mungkin oleh reseptor melalui aerosol. Prosesnya lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan cara lain seperti oral, karena membutuhkan proses metabolisme di dalam darah,” jelasnya.

Baca juga:Operasional Bus Jakarta Disetop untuk Putus Penyebaran Covid-19

Dengan telah ditemukannya formula BCL yang penggunaanya melalui aerosol, diharapkan akan membantu pemulihan pasien Covid-19, terutama yang masih dalam tahap awal. Hal ini disebabkan virus tersebut akan mati dengan sendirinya karena tidak berhasil menempel di reseptor ACE2 paru-paru.

CEO Nucleus Farma Edward Basilianus mengatakan, Nucleus, PUFF Farma, dan Nidom Foundation ingin membantu pemerintah yang saat ini tengah gencar memutus mata rantai penularan COVID-19 dan treatment awal agar tidak berkelanjutan.
 
"Sebisa mungkin berbagai elemen masyarakat bersatu dan bersinergi. Nucleus Farma, PUFF Farma, dan Prof Nidom Foundation siap membantu dari sisi obat dan formula-formula untuk membantu menangani pemulihan pasien Covid-19," pungkas dia. (RO/A-3)

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha.

Sosok Muhadjir Effendy di Mata Buya Syafii

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 18:35 WIB
Menurut Buya Syafii, di samping sebagai kader almarhum Malik Fadjar, Muhadjir Effendy merupakan sosok gigih dan...
Ist

Terima Hibah Oksigen Konsentrator, Kosgoro 1957 Distribusikan ke Rumah Sakit

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 18:15 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Agung Laksono menilai oxygen concentrator HFNO ini dibutuhkan bagi para pasien yang terkena Covid-19...
Antara/HO-BNPT

BNPT dan YHPB Beri Bantuan Mahasiswa Perantauan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 17:52 WIB
BNPT bekerja sama dengan Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa (YHPB) menggelar gerakan bakti sosial memberikan bantuan kepada mahasiswa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya