Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GEREJA Santo Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan, meniadakan sejumlah ritual di dalam ibadah lantaran merebaknya virus korona. Dipastikan, perubahan itu adalah bagian upaya menolong sesama dan memenuhi hukum agama.
Baca juga: Waspada Korona, Anies Minta Gereja Tetap Sediakan Air Suci
"Kita telah menolong saudara-saudara kita dan memenuhi hukum Kristus apabila menjaga kesehatan dan mencegah penularan dan penyebaran virus korona di Gereja St Fransiskus Asisi Tebet," tulis selebaran terkait perubahan tata cara ibadah yang diterima Media Indonesia, Sabtu (7/3).

Perubahan ritual yang terjadi ialah:
1. Kebiasaan bersalaman pada awal misa dan saat salam damai ditiadakan dan diganti dengan menangkupkan tangan dan membungkukkan badan.
2. Menerima komuni dengan tangan saja, tidak dengan mulut.
3. Untuk sementara, air suci di pintu gereja tidak disediakan.
4. Merawat kebersihan tangan dengan membawa hand sanitizer sendiri atau memakai yang disediakan di pintu masuk gereja.
Baca juga: Karena Korona, Uskup Semarang Usul Salam Damai Diubah
5. Umat tetap dapat beribadah di gereja. Namun, bagi yang yang sedang menderita sakit pernafasan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan disarankan untuk tinggal di rumah dan berobat ke dokter.
6. Penghormatan salib pada saat ibadah Jumat Agung 2020 dilaksanakan serentak dari tempat duduk masing-masing dengan membungkuk ke arah salib yang diarak. (X-15)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved