Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi di Universitas Yale, Amerika Serikat, melalui teknik baru menganalisis kimia kulit telur dinosaurus. Hasilnya, binatang raksasa itu berdarah panas.
"Dinosaurus berada di titik evolusi di antara burung, yang berdarah panas, dan reptil, yang berdarah dingin. Hasil studi kami menunjukkan semua kelompok utama dinosaurus memiliki suhu tubuh lebih hangat daripada lingkungan mereka," kata Robin Dawson, peneliti di Yale.
Mereka menguji fosil kulit telur yang mewakili tiga kelompok dinosaurus utama, termasuk yang lebih dekat hubungannya dengan burung, dan lebih jauh terkait dengan burung.
Proses pengujian disebut isotope paleothermometry berumpun. (Yale.edu/Hym/X-10)
Dinosaurus jenis Chilesaurus diegosuarezi mematahkan stigma tradisional bahwa dinosaurus yang tampak seperti predator pastilah pemakan daging.
Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin.
Studi terbaru mengungkap bayi sauropoda yang tak berdaya adalah sumber energi utama bagi predator seperti Allosaurus.
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Tanah tersebut dibiarkan begitu saja selama sekitar satu abad, dan kemudian muncullah pembangunan tempat parkir.
Tyrannosaurus rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved