Minggu 14 Februari 2016, 18:43 WIB

80 Persen Penuaan Dini Penyebabnya Sinar Matahari

Administrator | Humaniora
80 Persen Penuaan Dini Penyebabnya Sinar Matahari

THINK STOCK

 

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Pusat menyatakan 80 persen penuaan dini di usia muda diakibatkan radiasi ultraviolet (photoaging) atau sinar matahari.

"Penyebab penuaan dini di usia muda 80 persen dikarenakan sinar matahari (photoaging), karena iklim kita yang tropis dengan paparan sinar matahari yang terbilang menyengat hingga lapisan kulit," kata Ketua Bidang Ilmiah dan Profesi PERDOSKI Pusat, DR.Dr M Yulianto Listiawan,Sp.KK(K),FINSDV,FAADV, di Surabaya, Minggu (14/2/2016).

Menurut dia, photoaging merupakan proses berkurangnya kolagen serta serat elastin kulit akibat paparan sinar UV matahari yang berlebihan. Radiasi UV ini terbagi dua, yaitu radiasi UV-A dan radiasi UV-B.

"Radiasi UV-A ini bisa menembus sampai demis atau lapisan kedua dari kulit dan dapat merusak sera-serat yang berada di dalamnya, sehingga kulit menjadi kehilangan elastisitas dan berkerut, sedangkan radiasi UV-B menimbulkan kulit kemerahan atau terbakar," paparnya.

Ia mengatakan paparan sinar matahari dapat memicu serangan radikal bebas yang menyebabkan kerutan pada kulit, kulit mengendur dan kerusakan kolagen dan elastin.

"Perubahan yang terjadi adalah, kulit menjadi lebih kering, kurang kenyal, kendor, hilangnya bantalan lemak kulit, munculnya kerut pada saat istirahat atau diam (resting wrinkles)," katanya.

Ia mengatakan sinar matahari dapat menyebabkan bercak-bercak pigmentasi pada kulit serta menurunkan fungsi kekebalan kulit sehingga tidak dapat mengenali pertumbuhan sel-sel yang tidak normal yang dapat berkembang menjadi kanker kulit.

Oleh karena itu, untuk mencegah terpapar sinar ultraviolet adalah gunakan selalu tabir surya, meskipun jarang beraktivitas di luar, menggunakan perlindungan fisik dengan memakai payung atau topi, serta menjalani hidup sehat, seperti minum air putih dalam jumlah yang cukup.

"Untuk mengatasi penuaan dini, para dokter spesialis mengenal dengan dua metode yaitu invasif dan non-invasif. Invasif merupakan teknik yang menggunakan alat, seperti benang, pisau bedah, dan lainnya, sedangkan non-invasif adalah teknik tanpa bedah, seperti laser, ulthera, dan lainnya," jelasnya.

Menurut dia, teknologi non-invasif yang telah berkembang untuk mencegah penuaan dini baru-baru ini dengan menggunakan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU), atau lebih dikenal sebagai Ultherapy atau Ulthera karena menggunakan kekuatan USG (Ultrasonografi).

"USG adalah bentuk energi yang berbeda dengan cahaya seperti IPL dan laser atau energi listrik (frekuensi Radio). Terapi HIFU, tidak merusak permukaan kulit, namun dapat menembus ke kedalaman lapisan kulit dan menguatkan lapisan kulit yang sudah melemah," tandasnya. (ANT/OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Polri: Kebakaran Hutan dan Lahan Turun 81% pada 2020

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 06 Mei 2021, 14:30 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menurun 81% pada 2020. Pada 2019 terdapat 25758 titik api. Sedangkan, pada 2020 jumlah titik api...
Medcom.id.

Kemenkes: 59 Warga Asal India Positif Covid-19

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:56 WIB
Ke-26 kasus positif tersebut, lanjutnya, di antaranya dideteksi dari para pelaku perjalanan dari India pada 10 hingga 25 April...
DOK BAZNAS

Jaga Netralitas, BAZNAS Perpanjang Kerja Sama dengan Bawaslu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:39 WIB
Sinergi kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya