Selasa 07 Januari 2020, 05:10 WIB

RI Waspadai Wabah Pneumonia Misterius

(Aiw/H-2) | Humaniora
RI Waspadai Wabah Pneumonia Misterius

Dok.MI
Pneumonia yang Mematikan

 

PEMERINTAH Indonesia melakukan langkah antisipatif dalam mencegah penularan wabah pneumonia misterius yang melanda Kota Wuhan, Tiongkok, sejak Desember 2019. Alat thermal scanner (pemindai panas tubuh) di sejumlah fasilitas umum akan disiagakan guna mencegah kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri.

"Alat thermal scanner akan disiagakan di bandar udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas negara," sebut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Sebelumnya, sistem pencitraan panas juga disiagakan Hong Kong dan Singapura untuk menskrining suhu tubuh para pelancong yang datang dari Wuhan.

Kewaspadaan juga disampaikan Kemenkes kepada seluruh pejabat kesehatan dan direktur rumah sakit di daerah melalui surat edaran tertanggal 5 Januari 2020. "Masyarakat agar tetap tenang, tidak panik," imbaunya.

Hingga minggu pertama Januari 2020, jumlah kasus pneumonia misterius yang dilaporkan di Wuhan telah meningkat dari 27 orang menjadi 44 orang, dengan 11 orang di antaranya berada dalam kondisi serius. Sebagian dari pasien itu bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan lainnya, termasuk burung. (Aiw/H-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sinergi Pentahelix Bangun SDM Unggul Indonesia  

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:52 WIB
“Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul yang kreatif dan inovatif, perguruan tinggi harus bergotong-royong, seperti...
Antara

Sepi Job Karena Covid-19, Aliansi Pekerja Seni Ngadu ke DPR

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:25 WIB
 Pekerja Seni Indonesia mengadu nasib kepada Komisi X DPR RI mengenai nasibnya kini yang terombang-ambing atas kebijakan pemerintah di...
MI/Haryanto Mega

Target Penurunan Stunting pada 2024 Harus Bisa Dipenuhi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:06 WIB
Presiden telah menargetkan pada 2024, prevalensi stunting turun hingga 14 persen. Sementara saat ini, persentase penurunan stunting baru...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya