Kamis 28 November 2019, 22:07 WIB

Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020 Diusulkan Tidak Naik

Zubaidah Hanum | Humaniora
Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020 Diusulkan Tidak Naik

Antara/reno Esnir
Menteri Agama dan jajarannya saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR Ri

 

PEMERINTAH mengusulkan rata-rata besaran biaya haji yang dibebankan kepada jemaah di musim haji tahun depan sama dengan tahun ini. Biaya yang dikenal dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ini, diusulkan rata-rata sebesar Rp35.235,602.

Hal ini dikemukakan Menteri Agama Fachrul Razi saat Rapat Pendahuluan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

“Kami usulkan agar biaya yang dibebankan kepada jemaah ini besarannya tetap dengan tahun sebelumnya," ungkap Menag Fachrul Razi, seperti dikutip dari laman Kemenag, Kamis (28/11).

Rapat Pendahuluan Penetapan BPIH yang dihadiri anggota Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR Ri Yandri Susanto. Menag menjelaskan, sesuai undang-undang, BPIH merupakan salah satu komponen dari BPIH.

Meskipun BPIH yang diusulkan oleh Pemerintah sama dengan tahun sebelumnya, menurut Menag terjadi kenaikan komponen biaya BPIH, yaitu, kenaikan biaya penerbangan dan biaya visa.

Baca juga : Bahas Haji, Menteri Agama Bertolak Ke Arab Saudi Desember 2019

“Biaya penerbangan per jemaah pada tahun 1440H/2019M itu sebesar Rp30.079.285,- naik menjadi sebesar Rp30.764.781,- pada tahun 1441H/2020M. Atau, naik sebesar Rp685.496,-,” jelas Menag.

Biaya kedua yang dibebankan dalam BPIH adalah biaya visa sebesar 300 real Saudi atau Rp1.136.001,-.

“Ini baru dibebankan pada tahun 1441H/2020M. Ini nanti yang akan kita konfirmasi kepada pihak Arab Saudi. Kalau nanti ternyata itu bisa dihapus, artinya BPIH tahun ini lebih murah dibandingkan tahun lalu,” papar Menag.

Apalagi menurut Menag, ada beberapa inovasi yang akan dilakukan Kemenag untuk meningkatkan layanan haji di Indonesia. Mulai dari upaya pemberlakuan fast track di seluruh embarkasi, pemberian makan di Makkah yang semula 40 kali akan ditambah menjadi 50 kali, serta penerapan sistem sewa penginapan full musim di Madinah.

“Untuk optimalisasi penyerapan kuota, kita juga akan menambah jumlah kuota cadangan sebanyak 10%,” kata Menag. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Dok PT Bio Farma

Bio Farma akan Bahas Fatwa Halal Vaksin Covid-19 dengan MUI

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:30 WIB
Sinovac telah berkomitmen untuk pengiriman bahan baku vaksin covid-19 secara bertahap sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 hingga...
MI/Rommy Pujianto

Menristek ; Era 4.0 Kampus Penting Dorong Ekosistem Wirausaha

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:52 WIB
"Hal ini penting karena di era otomasi dan digitalisasi ini, dibutuhkan talenta-talenta yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan...
Dok. Kimia Farma

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma-BWA Luncurkan Klinik Apung

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:48 WIB
Klinik Apung dirancang sebagai salah satu misi kemanusiaan Kimia Farma guna menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya di masa pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya