Kamis 14 November 2019, 20:40 WIB

Konsumen tak Perlu Ragu Santan Kelapa Kemasan

mediaindonesia.com | Humaniora
Konsumen tak Perlu Ragu Santan Kelapa Kemasan

Istimewa
Acara jumpa pers bertajuk Melindungi Kebaikan Santan Kelapa Indonesia di Jakarta

 

SANTAN kelapa telah menjadi bagian bahan penting atau bumbu dalam makanan atau masakan terutama khas Indonesia. Bahkan santan kelapa kemasan banyak digunakan pelaku bisnis kuliner secara luas di Tanah Air dan juga ke manca negara.

Terkait santan kelapa dibahas peran kemasan dalam memastikan aspek keamanan pangan pada santan kelapa untuk didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia hingga pasar ekspor luar negeri pada acara yang bertajuk ‘Melindungi Kebaikan Santan Kelapa Indonesia’ di Jakarta, Kamis (14/11).

Pada acara yang digelar Tetra Pak® Indonesia bersama dengan ahli keamanan pangan dan pelaku industri kuliner, Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc selaku Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan,“Melalui teknologi ultra high temperature (UHT) yang memanaskan produk santan kelapa kemasan pada 140 derajat Celsius dalam waktu 8-15 detik sehingga kondisi sterilitas komersial ini telah tercapai (Fo ≥ 3 menit).”

“Dengan demikian, mikroba target berupa Clostridum botulinum, dan mikroorganisme patogen maupun pembusuk yang terdapat dalam produk tersebut telah dimusnahkan,” kata Azis.

“Implikasi dari proses ini adalah produk dapat bertahan lebih lama jika disimpan pada suhu ruang dan waktu proses yang relatif cepat dapat menjaga nutrisi dan rasa alami dari santan kelapa tersebut. Artinya konsumen tidak perlu lagi ragu untuk memanfaatkan produk ini sebagai bahan dasar dan pelengkap makanan dan minumannya,” papar Azis.

Ia mengelaborasikan lebih lanjut bagaimana teknologi pemrosesan dan pengemasan dapat menjawab tantangan perluasan distribusi produk santan kelapa kemasan.

Lebih lanjut, menurut Azis, dengan memperhatikan kondisi kemasan yang baik (tidak penyok, tidak adanya penggelembungan) dan disertai dengan informasi pelabelan yang sesuai dengan peraturan (informasi kadaluarsa, nomor registrasi produk, dan lainnya), maka konsumen seharusnya tidak perlu ragu untuk menggunakan produk santan kelapa kemasan.

Di sisi lain, Indonesia adalah salah satu negara produsen kelapa terbesar di dunia hingga mencapai 17.7 juta pada 2016. Secara umum banyak konsumen Indonesia yang memanfaatkan kelapa sebagai kopra, minyak kelapa, hingga santan yang sering menjadi bahan dasar atau pelengkap kekayaan kuliner nusantara.

“Di balik rasanya yang gurih, santan kelapa juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya antioxidant yang bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi dan kambing sebagaimana ditemukan oleh penelitian di Malaysia tahun 2015,” jelas Azis.

John Jose, Marketing Director Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia mengatakan bahwa Indonesia patut merasa bangga menjadi salah satu penghasil kelapa terbesar dunia.

Indonesia juga memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa mendistribusikan santan ke Tanah Air  dan bahkan ke manca negaran. Kehadiran teknologi pengolahan dan pengemasan aseptik Tetra Pak merupakan cara yang tepat untuk engatasi tantangan distribusi logistik yang ada.

“Santan segar yang terjaga kealamian dan nutrisinya dapat dikemas dan distribusikan secara merata bahkan hingga ke pelosok terpencil di seluruh wilayah Indonesia dan dunia,” jelasnya.

Fatmah Bahalwan sebagai pelaku industri kuliner dan pendiri Natural Cooking Club membagikan ceritanya tentang gaya hidup ibu rumah tangga yang dituntut serba cepat dan multi tasking.

 “Sebagai seorang ibu sekaligus pegiat komunitas dan media sosial di bidang kuliner, tentunya saya ingin berkreasi untuk menciptakan beragam kuliner secara praktis. Saya harus memilih bahan baku masakan minuman yang segar sekaligus mampu memperkuat cita rasa,” papae Fatmah.

“Santan kelapa kemasan merupakan contoh produk penuh kebaikan karena tidak hanya mudah dipakai, rasa gurih dan segarnya pun terasa tanpa perlu memarut dan memeras santan kelapa secara manual,” ujarnya.

Panji Cakrasantana, Marketing Manager Tetra Pak Indonesia memaparkan,“Sesuai dengan visi perusahaan kami yakni melindungi dengan baikk, kami ingin menjawab kebutuhan konsumen yang mencari solusi produk praktis namun tetap menjaga kebaikan nutrisi bagi keluarga.” (OL-09)

 

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Presiden Berterima Kasih untuk Guru yang Mengabdi Selama Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:50 WIB
Jokowi mengatakan keterbatasan saat ini harus dapat diatasi dengan kreativitas agar para murid dapat belajar dengan...
ANTARA/	Andreas Fitri Atmoko

Pemkab Klaten Perpanjang Status Darurat Potensi Letusan Merapi

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:25 WIB
Pemkab Klaten menetapkan perpanjangan ketiga kalinya status tanggap darurat mulai tanggal 25 November 2020 hingga 15 Desember...
Ist/KLHK

RI dan Bank Dunia Sepakati Pembayaran Pengurangan Emisi Karbon

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:17 WIB
Program Pengurangan Emisi Indonesia di provinsi Kalimantan Timur, yang memiliki populasi sekitar 3,5 juta penduduk, bertujuan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya