Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutuskan untuk menutup sejumlah jalur pendakian di hutan konservasi, yakni Gunung Rinjani (Lombok), Gunung Guntur (Garut), dan Gunung Ijen (Banyuwangi-Bondowoso), menyusul terjadinya kebakaran hutan di area itu.
"Saya setop untuk tidak ada pendakian di Rinjani. Gunung Guntur juga (karena ) itu lebih banyak savana, termasuk kebakaran yang besar di TWA (taman wisata alam) Ijen yang dampaknya luar biasa terhadap landscape," ucap Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno seusai pemaparan acara Kehati Expo 2019, di Kantor KLHK, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, udara panas yang sangat tinggi menjadi penyebab terbakarnya sejumlah hutan konservasi. Karena kerapatannya, imbuh Wiratno, rumput-rumput yang bergesek saja bisa menyebabkan kebakaran. KLHK mengantisipasi kondisi tidak makin parah dengan menutup sementara jalur pendakian ke sana.Pemerintah berupaya melakukan pemadaman, antara lain dengan melakukan water boombing.
Terkait dengan dampak kebakaran terhadap populasi flora dan fauna di sana, Wiratno mengaku masih mendatanya. "Mungkin reptil jenis ular bisa saja menjadi korban," ungkapnya.
Untuk jenis spesies mamalia, terang Wiratno, mereka sangat adaptif dengan suhu karena memiliki kemampuan mendeteksi potensi ancaman dan gangguan lewat instingnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat menunjukkan, kebakaran hutan terjadi di sembilan tempat yakni di Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Putri, Gunung Karacak dan Gunung Haruman, serta kawasan Hutan Pamulihan, Malangbong, Banjarwangi, dan Leles.
Di Gunung Guntur, Garut, Jabar, kebakaran melanda kawasan hutan alang-alang dan pohon pinus. Petugas gabungan berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya agar tidak menjalar ke lahan hutan lainnya. (Rif/*/H-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved