Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ini Kondisi yang Sebenarnya Terlambat

Indriyani Astutia
30/9/2019 08:10
Ini Kondisi yang Sebenarnya Terlambat
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Wijaya(MI/PERMANA)

KEJADIAN kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, tetapi juga di beberapa tempat seperti di Jawa. BNPB mengupayakan semua yang bisa dilaksanakan untuk ­pemadaman. Dari tim modifikasi cuaca ada lima pesawat, termasuk satu Hercules. Personel hampir 30 ribu, juga peran serta masyarakat untuk memadamkan.

Ini kondisi yang sebenarnya terlambat. Kalau menangani pada kondisi emergensi sudah terjadi kebakaran, kita terpaksa mengerahkan sumber daya luar biasa besar. Strategi ke depan, pencegahan karhutla nomor satu. Kemudian pemadaman, dan terakhir penegakan hukum yang harus dilakukan.

Untuk mencegah karhutla harus ada pemahaman mengenai tata kelola gambut. Gambut hidup pada ekosistem yang berair. Gambut seperti danau. Hidup di ekosistem yang basah. Harusnya tidak terbakar karena sifatnya seperti sponge yang menyerap air. Gambut mengatur air dengan alami. Pada saat musim kering punya cadangan air. Pada saat ekosistem gambut dirusak, tidak lagi basah. Ditambah ada oksigen, cuaca panas, dan ada api, gambut menjadi bahan bakar.

Permasalahan ini akan terus berlangsung kalau kita tidak bisa mengembalikan ekosistem gambut menjadi lahan basah. Kalau mau berpikir ekonomi, tanam tanaman rawa.

Masalah lain, pertambahan penduduk, sementara lahan pertanian tetap.  Mereka menciptakan tempat-tempat yang berbahaya, seperti mengeringkan gambut untuk perkebunan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tidak ada bencana alam, yang ada natural hazard, karena alam tak pernah protes. (Ind/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya