Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Cara Industri Pariwisata Kejar Target Devisa

(RO/H-3)
06/9/2019 06:00
Cara Industri Pariwisata Kejar Target Devisa
Ketua Kelompok Kerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Hiramsyah S Thaib(Dok.MI)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menetapkan 10 program prioritas untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa. Sebelumnya, pemerintah menetapkan target mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara dengan proyeksi perolehan devisa bisa mencapai sebesar US$17,6 miliar.

Program prioritas Kemenpar yang dijuluki 'Cara Baru Pariwisata Indonesia' tersebut dipaparkan dalam konferensi 7th Edition of Tourism Hotel Investment and Networking Conference (THINC) di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort di Bali, (5/9)

Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru) dan Ketua Kelompok Kerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Hiramsyah S Thaib dalam konferensi mengungkapkan optimismenya sektor pariwisata akan mencatatkan pertumbuhan yang positif sebagai penghasil devisa.

Pasalnya, pertumbuhan pariwisata Indonesia lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan sektor pariwisata dunia. "Pertumbuhan pariwisata kita tahun 2018 sebesar 12,5%, sedangkan ASEAN 7,4%, dan secara global hanya 5,6%," jelas Hiramsyah.

Program prioritas tersebut, lanjut Hiramsyah, adalah digital tourism (e-tourism), homestay, air accessibility, branding, Top 10 origination, Top 3 main destination, develop 10 new priority tourism destinations, certified human resources in tourism & tourism awareness movement, tourism investment growth dan crisis center management.

Dengan kesiapan dan dukungan untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru), utamanya dukungan infrastruktur, pemerintah yakin bisa terus menggenjot pertumbuhan investasi rata-rata 25%, lebih besar daripada 2009-2014.

Pertumbuhan investasi tersebut jelas Hiramsyah, berpeluang mendatangkan devisa dari sektor pariwisata Rp180 triliun melalui penanaman modal asing. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. (RO/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya