Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
REKTOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang manajemen pendidikan.
Pengukuhan dijadwalkan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Ipteks dan Dikti, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti dalam sidang senat terbuka, Kamis (8/8).
Dalam pengukuhan yang akan dihadiri banyak tokoh itu, Sofyan menyampaikan pidato berjudul Pengembangan Kompetensi Guru Berbasis Continous Professiona Development di era Disrupsi.
Ia mengkritisi persoalan utama dunia pendidikan, yakni kondisi kompetensi guru yang masih belum optimal. Sementara, di sisi lain perkembangan dunia begitu pesat.
"Kalau kita mau menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia dan teknologi, maka mindset guru perlu dirubah secara mendasar," kata guru besar ke-25 UMS itu.
Baca juga: Raih Gelar Profesor, Agus Hermanto Jadi Guru Besar Unnes
Salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas guru itu dengan metode continous professional development (CPD). Guru harus mampu menerapkan konsep yang akan datang untuk masa sekarang.
"Diperlukan rekonstruksi kurikulum sekaligus rekonstruksi guru sebagai faktor dominan untuk memajukan pendidikan," kata Sofyan.
Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan sangat senang dengan pengukuhan Sofyan sebagai guru besar. Dengan 25 profesor yang kini dimiliki, UMS menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah terbanyak jumlah guru besar dan doktornya. (A-4)
Desain prodi harus berbasis kebutuhan nyata. Mulai dari identifikasi tantangan, mendengar stakeholder, benchmarking global, melibatkan pakar, hingga evaluasi berkelanjutan.
Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen kedua belah pihak untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Empat siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan Yayasan Pendidikan Astra menerima beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolok ukur untuk pencapaian angka nol persen.
Program Studi Pendidikan Tata Busana & Desain Mode, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berkolaborasi dengan Asia Fashion Show Indonesia 2025.
Pentingnya membumikan Pancasila melalui Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved