Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dinilai sebagai negara termaju dalam pengembangan vaksin di antara negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Banyak anggota OKI yang meminta pendampingan Indonesia dalam pembuatan regulasi.
Hal tersebut merupakan buah dari tekad kuat dari pemerintah untuk mendorong kualitas kesehatan masyarakat di negara-anggota OKI, khususnya obat-obatan dan imunitas. Indonesia pun merasa memiliki kewajiban untuk membantu meningkatkan standar di negara lainnya.
Hal ini disampaikan Kepala Badan POM Indonesia, Penny K Lukito, di Bandung, kemarin, saat menyosialisasikan hasil pertemuan pertama kepala otoritas regulatori obat negara-negara OKI di Jakarta pada 2018. Dalam pertemuan tersebut disepakati lahirnya berbagai hal, seperti pentingnya institusi pengawas dan harmonisasi standar dalam rangka meningkatkan efisiensi dan regulatori obat dan vaksin.
Sebagai negara terdepan dalam perkembangan vaksin, Indonesia harus menindaklanjutinya dengan menyiapkan seluruh unsur terkait dalam industri tersebut. "Di antara 57 negara anggota OKI, Indonesia memiliki kemampuan lebih dalam memproduksi vaksin," katanya.
Kelebihan itu di antaranya terbukti dengan sebaran ekspor vaksin yang sudah dirasakan lebih dari 135 negara. Tak kalah penting, tingkat kehalalan vaksin dan obat produksi dalam negeri ini sudah mendapat kepercayaan dari negara anggota OKI.
Sementara itu, di Kendal, Jawa Tengah, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meresmikan industri bioteknologi berbasis mikroalga pertama di Indonesia, PT Evergen Resources. "Pabrik bahan baku kosmetik dan suplemen kesehatan ini menjadi bagian dari industri bioteknologi di Tanah Air."
Menkes mengungkapkan, penjualan obat-obatan produksi dalam negeri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir meningkat tajam. Secara kumulatif, hingga 2019 mencapai Rp59,5 triliun. (BY/HT/H-1).
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved