Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

SIS Group Of School Raih Penghargaan Bank Dunia

Syarief Oebaidillah
24/7/2019 22:05
SIS Group Of School Raih Penghargaan Bank Dunia
Penghargaan Transformational Business Award Kategori Pendidikan, Ilmu dan Keterampilan(Ist)

THE Financial Times dan The International Finance Corporation (Bank Dunia) menggelar pertemuan tahunan keenam di London, Inggris, dengan rangkaian acara berupa konferensi dan penganugerahan Transformational Business Award.

Pada acara tersebut, SIS Group of Schools berhasil menyabet penghargaan untuk Kategori Pendidikan, Ilmu, dan Keterampilan mengungguli enam kandidat lainnya. Adapun penghargaan yang diraih berupa Penghargaan Transformational Business Award-Kategori Pendidikan, Ilmu, dan Keterampilan.

Singapore International School (SIS) Group Indonesia, yang saat ini memiliki tujuh sekolah swasta dengan jenjang biaya berbeda, dinilai berhasil menjadikan peserta didiknya yang berasal dari berbagai level ekonomi mendapatkan akses ke sistem pendidikan yang maju seperti kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB.

SIS Group of School dapat berhasil meraih penghargaan tersebut lantaran adanya ekosistem unik yang mendorong kolaborasi vertikal di antara para stakeholders, termasuk cara untuk menghemat biaya, pengajaran yang inovatif, serta pilihan biaya pendidikan yang variatif.

"Visi kami di SIS Group of Schools adalah menginspirasi peserta didik untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan memicu rasa ingin tahu dan menyelidiki, sambil mengembangkan berbagai nilai dan keterampilan abad 21. Yakni dengan memprioritaskan mereka dalam proses belajar yang lebih personal untuk menciptakan dunia yang lebih baik," kata Jaspal Sidhu, Pendiri dan Pemimpin SIS Group of Schools, yang hadir di London untuk menerima penghargaan tersebut.

"Kami merasa sangat terhormat bisa menerima penghargaan yang luar biasa ini. Kami melihatnya sebagai sebuah pengakuan terhadap nilai dari misi kami. Kami juga akan menjadikannya sebagai inspirasi untuk lebih maju lagi," tambah Jaspal melalui keterangan resmi yang diterima Rabu (24/7).

Transformational Business Award merupakna penghargaan berbagai solusi jangka panjang yang inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan yang fokus pada peran sektor swasta dalam upaya global mengatasi perubahan iklim, mencapai Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs), dan mengentaskan kemiskinan, khususnya di kawasan yang rentan dan terdampak konflik.

Penghargaan ini merupakan pengakuan berbagai terobosan yang inovatif dan secara finansial berhasil dalam mewujudkan SDGs. Prestasi dalam penghargaan Pembangunan yang Berkelanjutan lebih memfokuskan pada kesehatan, keamanan pangan dan air, serta pendidikan dan keterampilan, dengan perhatian khusus pada penggunaan teknologi dan model baru yang disruptif.


Baca juga: UBL kembali Jadi Mitra Pelatihan IT di Lingkungan Kemendikbud


Penghargaan tahunan tersebut jatuh kepada beberapa proyek bisnis rintisan (startup) yang menyuguhkan solusi inovatif dan terbuka untuk semua organisasi swasta, baik yang bergerak di bidang finansial maupun nonfinansial.

Pada tahun sebelumnya, Transformational Business Award jatuh kepada Tata Motor Group, Alipay, Kota Dubai, dan Kota Meksiko. Enam kandidat unggulan lainnya untuk kategori Pendidikan, Ilmu, dan Keterampilan yaitu Aliat Universities (Meksiko), Ashesi Universities (Ghana), Red Magisterial (Meksiko), Enko Education, Phina Ma Education (Filipina) dan Nova Pioneer.

Adapun para pakar yang menjadi juri dalam penghargaan tahun ini antara lain Pilita Clark (Associate Editor, Financial Times), Stephanie Friedeburg (Chief Operating Officer, IFC- World Bank), Darren Welch (Director of Policy, UK Department for International Development dan Kalipso Chalkidou (Director of Global Health Policy and Senior Fellow of Centre for Global Development).

Pada pidato pembukaannya, Pilita Clark, Associate Editor, Financial Times, mengutarakan, FT-IFC Award merupakan penghargaan yang mirip dengan 'Piala Oscar' di bidang Kerja Transformasional. Adapun pengumuman tersebut disampaikan Andrew Jack (Global Education Editor di Financial Times).

Menurut para juri, SIS dinilai telah berhasil menghadirkan model pendidikan luar biasa yang terjangkau dan bisa diakses di pasar utama yaitu Indonesia dengan ambisi untuk menjadi penggerak utama di suatu kawasan.

SIS Group of Schools didirikan pada 1995 dengan lokasi pertamanya berada di Jakarta Utara. SIS Group of Schools mengawasi tujuh sekolah di seluruh Indonesia: Singapore Intercultural School Bona Vista (SIS Bona Vista), SIS Pantai Indah Kapuk, SIS Kelapa Gading, SIS Cilegon, SIS Semarang, SIS Palembang, dan SIS Medan. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya