Selasa 23 Juli 2019, 09:20 WIB

HAN 2019 untuk Indonesia Layak Anak

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
HAN 2019 untuk Indonesia Layak Anak

ANTARA/BUDI CANDRA SETYA
Anak-anak berlatih tari tradisional di sawah Art Space, Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (21/7).

 

PEMERINTAH berkomitmen untuk terus membangun ruang ramah anak. Terkait dengan hal itu, diharapkan terbangun kesadaran dari semua pihak mulai masyarakat, orangtua, keluarga, dunia usaha, hingga media massa untuk mengambil peran masing-masing memenuhi hak dan melindungi anak-anak.

"Anak-anak merupakan investasi terbesar sebagai generasi penerus bangsa. Semua pihak diharapkan responsif melindungi anak. Kita harus memastikan keluarga Indonesia berkualitas untuk menjamin anak terlindungi dari berbagai diskriminasi dan kekerasan. Semakin baik kualitas anak saat ini, semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa," ujar Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu pada acara dialog media di kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Jumat (5/7).

Puncak peringatan HAN 2019 akan diselenggarakan di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (23/7). Perayaan HAN tahun ini menjadi momentum semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak dan perlindungan.

Peringatan HAN 2019 tersebut akan diikuti 6.500 peserta dari seluruh Indonesia, dan 5.000 di antaranya merupakan anak. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana serta Menteri PPPA Yohana Yembise dijadwalkan menghadiri puncak peringatan HAN tersebut.

Pribudiarta mengutarakan peringatan HAN 2019 mengusung tema Peran keluarga dalam perlindungan anak. Tema tersebut mengandung pesan pentingnya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Slogan atau tagline yang diusung pada HAN 2019 ialah Kita Anak Indonesia, Kita Gembira. Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny Rosalin, menambahkan slogan tersebut diangkat agar menjadi momentum bagi seluruh anak Indonesia untuk bergembira.

Semua pihak perlu menciptakan keberadaan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang penuh suka cita. "Anak Indonesia yang bergembira bisa mengekspresikan kondisi lahir dan batin mereka. Karena hati yang gembira merupakan obat yang manjur untuk memberikan kesehatan bagi jiwa dan tubuh manusia," ucap Lenny.

Forum Anak Nasional

Menurut Lenny, dalam rangkaian peringatan HAN 2019 juga dilaksanakan pertemuan akbar anak Indonesia, yakni Forum Anak Nasional (FAN) di Makassar pada 19-22 Juli 2019. Pertemuan FAN diikuti forum anak tingkat daerah dari 514 kabupaten/kota. FAN 2019 yang mengusung tema Satu dekade Forum Anak Nasional: Kita beda, kita bersaudara, bersama kita maju. Pertemuan itu juga menjadi momentum satu dekade FAN yang dibentuk sejak 2010.

Dalam forum tersebut, sekitar 800 anak Indonesia akan membahas beragam isu terkait dengan anak, mulai kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan lainnya. Mereka dibekali pengetahuan dari pakar. Selain itu, para peserta FAN juga diajak merefleksikan capaian yang telah diraih selama satu dekade. Pertemuan tersebut diharapkan memberikan inspirasi kepada anak-anak peserta FAN sebagai wadah partisipasi anak Indonesia.

"Semua anak akan membahas isu-isu mereka secara mandiri tanpa intervensi orang dewasa. Kami mendorong anak Indonesia aktif berpartisipasi dalam proses pembangunan sebagai agen perubahan. Peran anak harus diubah dari yang selama ini hanya sebagai objek atau korban kekerasan menjadi subjek pembangunan," tegas Lenny.

Terkait dengan FAN, lanjutnya, anak diharapkan menjadi pelopor dan pelapor. Sebagai pelopor, anak didorong menemukan dan mencari solusi atas berbagai problem anak. Sebagai pelapor, anak didorong mengenali berbagai pelanggaran hak anak dan berani melaporkannya.

"Selama satu dekade ini banyak kebijakan maupun program yang didorong FAN. Munculnya perda kawasan tanpa rokok ada dorongan tinggi dari forum anak. Di daerah-daerah, forum anak juga berhasil mendorong penganggaran APBD untuk vaksinasi kanker serviks," tuturnya.

Dalam pertemuan FAN juga akan dipilih sejumlah anak sebagai championed dalam memperjuangkan pemenuhan hak anak.

"Tujuan akhir rangkaian HAN 2019 ini seperti ditekankan Presiden dan Menteri PPPA, yakni menciptakan pembangunan Indonesia Layak Anak (Idola) pada 2030. Ukurannya tidak ada kekerasan terhadap anak, tidak ada perkawinan anak, tidak ada anak putus sekolah, dan lain sebagainya," ungkap Lenny.

Masih dalam rangkaian HAN 2019 juga menjadi momen bagi anak-anak disabilitas Indonesia untuk unjuk suara.

Pada kesempatan sama, Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA Nahar mengatakan Menteri PPPA akan memberikan anugerah kepada anak-anak disabilitas dari berbagai daerah yang menulis aspirasi mereka melalui ajang Suara Anak Penyandang Disabilitas. Pada ajang penulisan tersebut, anak disabilitas diminta mencurahkan isi hati dan pendapat mereka mengenai hak-hak anak. (Dhk/S-1)

Baca Juga

Antara

2.957 Pasien Korona Dirawat di Wisma Atlet kemayoran

👤Ant 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:39 WIB
Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (24/1) sebanyak 2.862...
Dok MI

Susu Sapi Penting untuk Cegah Stunting pada Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan...
Ilustrasi

Ini Pentingnya Yodium buat Ibu Hamil

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:55 WIB
yodium adalah mineral yang berhubungan dengan hormon tiroid yang mempengaruhi proses dan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya