Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Transjakarta Beri Beasiswa Kuliah di Paramadina untuk 5 Karyawan

Rifaldi Putra irianto
19/7/2019 17:52
Transjakarta Beri Beasiswa Kuliah di Paramadina untuk 5 Karyawan
Situasi di Halte Bus Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).(Antara)

Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Karyawan Transjakarta, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Paramadina dalam bentuk program pembiayaan pendidikan.

Program yang diberinama Transjakarta Cendekia ini akan memberikan dana pendidikan Strata-1 (S1) penuh bagi lima karyawan Transjakarta terpilih serta lima anak karyawan Transjakarta yang terpilih untuk mengemban pendidikan di Universitas Paramadina.

Baca: Soal Balapan Formula E di Jakarta, Gubernur Anies: Confidential

"Yang paling utama outputnya adalah memberikan harapan bagi karyawan Transjakarata untuk meningkatkan kompetensi. membangun semangat dan meraih kemajuan, Karena itu semua kuncinya adalah pendidikan," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7).

Ia mengatakan Transjakarta yang merupakan BUMD dengan jumlah karyawan terbesar di DKI dengan total 8.700 karyawan dirasa perlu memberikan harapan pendidikan kepada karyawan Transjakarta.

"SDM menjadi sangat penting dan dari 8.700 karyawan kami itu 80% belum S1 jadi kami ingin memberikan harapan, bukan berarti dapat menyekolahkan semua, tidak. Tapi dengan kami mengalokasikan beasiswa untuk tahun pertama ini lima untuk karyawan dan lima untuk anak karyawan yang artinya dia akan memperbaiki masa depan keluarganya dengan pendidikan yang lebih tinggi," jelasnya.

Ia menyebutkan seluruh karyawan Transjakarta berhak mengikuti program beasiswa pendidikan ini dan tidak ada pembeda antar karyawan satu dengan lainnya.

"Mau dia pramudi, petugas layanan halte, petugas layanan bus semua bisa, hanya dengan catatan. Pertama untuk karyawan yang mengambil program beasiswa akan diseleksi dengan ketat maka ada ikatan dinas, sementara bagi anak karyawan maka orang tuanya akan menjalani ikatan dinas sampai anaknya selesai atau sampai orang tuanya pensiun, " ucapnya.

Ia pun berharap program ini dapat membawa ilmu yang baik untuk masa depan karyawan.

"Yang saya cita-citakan adalah ada karyawan Transjakarta yang tadi melayani di halte dapat mengenal lebih banyak lagi tentang halte. Dan bisa membawa ilmunya itu untuk mengontribusikan kepada perusahaan, Misal menjadi bagian di manajemen atau kemudian dia mengembangkan bisnis sendiri, mau jadi eksekutif di tempat lain. Kita akan sangat bahagia," pungkasnya. (Rif/A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya