Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
"SETIAP informasi pasti bermanfaat. Akan tetapi,informasi yang diberikan lebih cepat dan lengkap akan lebih bermanfaat."
Itu merupakan pesan mendiang Kepala Humas Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang diingat Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.
Sutopo yang namanya masuk ke daftar Asians of the Year 2018 di surat kabar The Straits Times, berpulang di usia 50 tahun di Guangzhou, Tiongkok, saat menjalani perawatan kanker paru-paru stadium 4 yang dideritanya.
Daryono termasuk salah seorang yang terpukul saat mendengar kabar wafatnya Sutopo, Minggu (7/7) pagi. Keduanya, selama ini, menjadi langganan narasumber wartawan di bidang kebencanaan.
"Terakhir bertemu dengan Bapak Sutopo Purwo Nugroho sebelum beobat ke Guangzou. Selamat beristirahat, Pak. Kami sangat kehilangan. Pak Topo adalah kakak, sahabat, dan mentor yang cemerlang. Amal baikmu sangat banyak, Pak. Allah SWT menyayangimu. Tidak ada lagi rasa sakit itu. Selamat jalan, semoga Allah swt karuniakan surga yang penuh dengan kesenangan dan kelezatan abadi. aamiin," ungkap Daryono di akun Instagramnya, Minggu (7/7) pagi.
Baca juga: Ini Penyebab Kematian Pak Topo
Ia mengunggah foto dirinya dengan Sutopo dan kru BMKG lainnya. Pada foto kedua yang diunggahnya, Daryono terlihat duduk berdampingan dengan Sutopo. Keduanya memakai baju dinas instansi masing-masing.
Daryono mengatakan, dirinya memiliki banyak kenangan indah dengan Sutopo. Bahkan, gaya hidup Sutopo pun menginspirasi jalan hidup Daryono.
Salah satu pelajaran penting yang diberikan Pak Topo--sapaan akrab Sutopo--adalah bagaimana ia seharusnya menyajikan informasi kebencanaan agar menarik, padat, dan lengkap.
"Pesan ini menginspirasi saya bagaimana mengemas narasi informasi gempa dan tsunami," ungkap Daryono.
Jika dulu, informasi gempa hanya disajikan dalam bentuk angka dan kata singkat seperti waktu gempa, magnitudo, koordinat episenter dan kedalaman gempa, kini, publik harus memahami secara lengkap informasi parameter gempa, penyebab gempa, dampak gempa, dan saran yang harus dilakukan masyarakat.
"Sejak itu, saya bertekad menyajikan informasi gempa dalam bentuk narasi yang lengkap untuk stakeholder, masyarakat, dan media," aku Daryono.
Selain itu, sambungnya, Pak Topo selalu menekankan pentingnya setiap informasi untuk disebarluaskan dengan cepat.
Meski ia bukan wartawan, lembaga tempat kita bekerja bertanggung jawab dengan informasi yang cepat sehingga mau tidak mau kita harus merangkap sebagai wartawan.
"Kita harus bisa mengetik berita bencana dengan cepat. Jangan harus nunggu komputer menyala, tapi ketiklah berita di handphone secepatnya. Hal ini sangat inspiratif. Sejak itu, saya selalu mengetik analisa dan berita gempa dengan menggunakan handphone di manapun berada, meskipun sedang berjalan kaki, naik kereta api, sedang di mobil. Bahkan, jika sedang setir, mobil harus berhenti menepi sejenak untuk membuat penjelasan informasi gempa dalam bentuk narasi," paparnya.
Pak Topo selalu menekankan penyebarluasan informasi kebencanan agar tidak mengenal waktu. Alasannya bencana terjadi tanpa memberitahu terlebih dahulu tanpa mengenal waktu, apakah pagi, siang, maupun malam hari.
Diakui Daryono, sejak petuah Sutopo itu didengarnya, telepon seluler Daryono selalu aktif selama 24 jam dan tidak pernah jauh dari tangannya. Ia selalu siaga menyiapkan press release dalam bentuk narasi untuk feeding berita yang selanjutnya disebarluaskan. (OL-2)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
Tim pemantau hilal dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang melaporkan bahwa fenomena hilal tidak terlihat di wilayah Malang, Jawa Timur, pada sore hari, Selasa (17/2).
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved