Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Musim Kemarau, Virus Hepatitis A Mengintai

(Ind/H-2)
03/7/2019 00:10
Musim Kemarau, Virus Hepatitis A Mengintai
Penderita hepatitis A disebuah RS dalam perwatan(Antara)

SEJAK 25 Juni 2019, Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A. Tidak tanggung-tanggung, jumlah korban yang terpapar virus hepatitis A mencapai 957 orang dan 41 orang di antaranya dirawat di rumah sakit.

Dokter spesialis penyakit dalam yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syams mengatakan, hepatitis A merupakan infeksi yang endemis di masyarakat. Jumlah kasus hepatitis A akan meningkat pada akhir kemarau dan pada masa awal musim hujan.

Penderitanya akan mengalami infeksi pada organ hati karena virus hepatitis A.

Media utama penyebab penularan virus ini ialah melalui makanan, minuman, dan kontak langsung dengan penderitanya. "Karena virus hepatitis A terdapat pada feses pasien yang terinfeksi," terangnya, belum lama ini.

Ari mewanti-wanti keluarga penjaga pasien hepatitis A untuk menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik, kalau perlu dengan mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral. "Vaksinasi hepatitis A sebaiknya diberikan bagi orang yang memang akan berkunjung pada daerah yang sedang terjangkit KLB, dua minggu sebelum berada di lokasi terjadinya KLB," tandasnya.

Gejala yang timbul akibat virus hepatitis A bisa ringan sampai berat, bahkan menyebabkan kematian. Gejala yang muncul pada pasien dengan hepatitis A, ditandai dengan tubuh berwarna kuning seperti mata, dan ketika buang air kecil warnanya seperti air teh. Penderita akan mengalami gejala demam, nyeri, mual, dan kadang disertai muntah. Selain itu nafsu makan menurun diikuti dengan rasa lemas.

"Pasien juga merasakan nyeri di perut kanan atas karena memang pasien dengan infeksi hepatitis A yang meradang ialah livernya, yang sebagian besar berada di perut kanan atas," jelasnya.

Untuk mengetahui seseorang terserang virus hepatitis A, dibutuhkan pemeriksaan mendalam. Apakah terjadi peningkatan kadar bilirubin atau pigmen berwarna kuning kecokelatan dalam empedu, darah, dan tinja penderitanya.

Penderita hepatitis A akan memiliki kenaikan kadar serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Keduanya ialah enzim yang paling banyak terdapat di dalam hati dan bertugas membantu mencerna protein dalam tubuh.

Pengujian selanjutnya, sambung Ari, dilakukan untuk mengecek antibodi seseorang terhadap virus hepatitis A (anti HAV) yang memastikan bahwa seseorang tersebut terjangkit infeksi hepatitis A.

Istirahat total

Masa inkubasi yaitu masa masuknya penyakit sampai timbul gejala berlangsung antara 2-6 minggu. Namun penyakit ini, bisa sembuh total dan yang penting pasien harus istirahat total.

Selain obat-obatan, pasien juga diberikan suplemen hati jika dibutuhkan untuk mengurangi peradangan hati yang terjadi. Pasien hepatitis A perlu diisolasi dan sebaiknya tidak tidur satu kamar dengan orang sehat.

Pencegahan yang terpenting dari tertularnya virus hepatitis A, kata Ari, antara lain menerapkan hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun yang rutin sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet juga penting dilakukan. (Ind/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya