Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Raih Doktor Predikat Cum Laude

Mediaindonesia.com
29/5/2019 15:10
Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Raih Doktor Predikat Cum Laude
Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) Ruslan Irianto Simbolon meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya(Ist)

STAF Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) Ruslan Irianto Simbolon meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia setelah mempertahankan sidang disertasinya di depan dewan penguji Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (28/5).

Dalam disertasi 'Pola Hubungan Industrial pada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Tbk Jakarta', Doktor Ruslan Irianto sukses menyabet gelar dengan yudicium Cum Laude.

Ditemui usai wisuda, pria kelahiran Medan, 14 Mei 1961, yang akrab disapa Irianto itu, merasa bahagia menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Irianto yang masa kecilnya hingga lulus SMP dihabiskan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, itu mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya sejak menjalani pendidikan sarjananya (S1) akhirnya kini membuahkan hasil yang membanggakan.

"Sewaktu studi S1, saya tidak pernah mengalami kesulitan biaya alias lancar-lancar saja karena di-support orangtua.

Walaupun saat itu saya sudah mulai bekerja sebagai PNS di Kemenakertrans (tamat SMA langsung bekerja)," kata putra dari pasangan pahlawan, Mangara Monang Simbolon dan Martha Tobing, yang keduanya disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan.

Irianto mengaku memiliki banyak pengalaman saat berkuliah di program S3, terutama pengalaman dalam membagi waktu antara kuliah dan tugasnya sebagai Staf Ahli Menaker saat ini.

"Saya pastikan itu tidak mudah. Makanya setiap Jumat dan Sabtu diusahakan tidak ada acara kegiatan pertemuan apa pun, meskipun acara di Jumat dan Sabtu cukup banyak.

Jumat sore dan Sabtu saya pakai untuk kuliah, mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB," kata suami dari Ir Nurani Nirmawati Siborutorop dan ayah dari Randi Romariotua Hasiholan Simbolon SE BSc itu.

Hadir dalam ujian promosi Doktor Ruslan Irianto Simbolon di antaranya mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Fahmi Idris dan Prof Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja/Menteri Perumahan Rakyat, Theo L Sambuaga, anggota DPR RI Dr Effendi Simbolon, para pengusaha dari perusahaan Toyota, Bank Danamon, Astra, Adaro, Musim Mas, Cocacola, Cargill, Freeport, Sinarmas, Binus serta para pejabat eselon I, II, dan III Kemenaker.

 

Baca juga: Pemudik Lansia Diingatkan Hindari Dehidrasi

 

Irianto menyebut ada empat manfaat yang diperoleh dengan keterlibatan pekerja dalam setiap pengambilan keputusan di perusahaan. Pertama, meningkatkan kualitas kehidupan pekerja; kedua, penggunaan tenaga kerja yang lebih efektif; ketiga, menampung minat dan kepentingan pekerja; keempat, meningkatkan komitmen pekerja dan pemberi kerja guna meningkatkan kinerjanya.

"Ini (keterlibatan pekerja) penting supaya pekerja merasa memiliki perusahaan dan selalu bertanggung jawab atas perusahaan," ujar mantan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Jamsos) Kemenaker ini.

Irianto yang mengawali PNS di Kemenakertranskop pada 1980 itu berpendapat, pengelolaan hubungan ketenagakerjaan terkait erat dengan produktivitas pekerja dan perusahaan.

Masih banyaknya unjuk rasa dan pemogokan di Indonesia sampai saat ini karena tidak adanya hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

"Hubungan ketenagakerjaan yang baik akan meningkatkan produktivitas nasional, yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Terkait hal itu, Irianto meminta pemerintah agar selalu terlibat dalam menyelesaikan masalah hubungan industrial.

"Pemerintah dituntut agar dapat menyusun regulasi yang dapat membangun hubungan industrial dan ketenagakerjaan yang baik dan berimbang," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dengan pekerjanya, perusahaan diminta menyediakan 'keranjang hadiah' untuk para pekerja. Khususnya bagi pekerja yang memiliki ide-ide mampu menekan biaya produksi.

"Keranjang hadiah itu diserahkan langsung oleh pimpinan tertinggi perusahaan," ujar alumnus S1 Universitas Krisnadwipayana dan S2 Universitas Krisnadwipayana Jakarta tersebut.

Sementara untuk memelihara kesinambungan serikat pekerja dalam proses perundingan kolektif, pihak perusahaan hendaknya memberikan ruang secara proporsional kepada pekerja untuk mengikuti kegiatan perundingan di perundingan serikat pekerja.

Irianto menegaskan, hubungan industrial di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Tbk (TMMI) sangat harmonis.

"Perusahaan ini telah menjalankan sistem hubungan kerja industrial yang sangat bagus. Tidak pernah ada unjuk rasa dan pemogokan pekerja/ buruh di perusahaan ini," kata dia. (RO/OL-1)

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya