Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Hanya Sedikit Guru yang Profesional

(Bay/*/H-3)
20/5/2019 07:00
Hanya Sedikit Guru yang Profesional
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman(antara)

 HANYA sedikit guru di Indonesia yang dianggap profesional karena motivasi mereka untuk bekerja, bukan mendidik. Hal itu diungkapkan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman saat FGD Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban: Menuju Cita-cita Nasional dengan Paradigma Pancasila di Jakarta, pekan lalu.

"Hanya sedikit guru yang punya profesionalisme baik. Guru bila ada 100, paling 40% saja yang bergairah, sisanya biasa saja. Jadi, profesionalisme guru harus diperhatikan," cetusnya.

Menurutnya, mental pekerja itu juga menjangkiti sebagian besar mahasiswa di jurusan kependidikan. Terkait dengan rendahnya minat siswa yang memilih profesi guru dalam angket ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, cara pandang siswa itu terkait dengan status sosial ekonomi (SSE) mereka.

Angket UN diisi 512.500 siswa peserta UN berbasis komputer (UNBK) 2019. Dalam angket itu terkuak, hanya 11 % siswa yang ingin berprofesi menjadi guru. "Ini tidak semata masalah pendidikan juga problem sosial. Kesejahteraan guru sebenarnya sudah jauh lebih baik," tukas Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno di Jakarta, pekan lalu. (Bay/*/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya