Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Cendekia Harapan Fasilitasi Siswa Kembangkan Robotik

Syarief Oebaidillah
19/5/2019 17:30
Cendekia Harapan Fasilitasi Siswa Kembangkan Robotik
Sekolah Cendekia Harapan Bali memfasilitasi para siswanya untuk mengembangkan kemampuan robotik.(Ist)

SEKOLAH yang menjadi fasilitator dan mendesain metode pembelajaran memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkarya sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Hal ini akan membuat siswa kreatif menentukan sendiri metode pembelajaran, termasuk keleluasaan dalam mengembangkan kemampuan science, technology, engineering, dan maths (STEM) untuk belajar robotik.

"Gerakan pembelajaran seperti ini tentu akan mencetak generasi maker movement di Indonesia, karena berhasil membuat pelajarnya kreatif," kata pakar pendidikan sains dan teknologi dari Komunitas Robot Indonesia (KRI), Adiatmo Rahadi, pada seminar bertajuk 'Meneropong Masalah Robotik di Indonesia' yang dilaksanakan di Sekolah Cendekia Harapan Bali, di Jimbaran, Bali, belum lama ini.

Pada seminar yang bertujuan membedah masalah robotik di Indonesia ini, Adiatmo mengapresiasi komitmen Cendekia Harapan sebagai pemula di bidang STEM. Perubahan sistem pendidikan ke arah maker movement memiliki potensi besar untuk mengubah kualitas pendidikan di Indonesia.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (19/5), Adiatmo menjelaskan bahwa robotik merupakan ilmu yang tentang pembuatan robot lewat penguasaan sains dan teknologi.

Dikatakan, masalah robot di Indonesia berkaitan dengan sudut pandang masyarakat terhadap robotik. Dalam dunia pendidikan khususnya, walau beberapa sekolah sudah melaksanakan pendidikan robotik dan mempunyai prestasi luar biasa dengan membawa medali ketika ikut kompetisi robot di skala Internasional, terkesan membuat robot hanyalah untuk memenangkan kejuaraan.

Bahkan hanya menjadi sebuah jalan untuk memenuhi capaian penilaian kinerja (KPI) bagi seorang tenaga pendidik. Padahal, lanjut Adiatmo, STEM lebih efektif diajarkan dengan menggunakan robot. Dengan cara itu juga,  menjadi salah satu jalan untuk membentuk maker movement.

"Komunitas Robot Indonesia berperanan penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan merangkul semua penggerak robotik di Indonesia. Kegiatan sharing antar anggota KRI menjadi wadah untuk menajamkan ide-ide inovatif dalam pemerataan ilmu terkait teknologi robotika. Sehingga mampu mempercepat peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dalam STEM, khususnya dalam mengembangkan teknologi robotika untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa," ujar Adiatmo.


Baca juga: Ini Waktu Terbaik Workout


Sekolah Cendekia Harapan sebagai sekolah unggulan berani memberikan fasilitas dry lab yang dilengkapi dengan peralatan robotik, seperti Vex, Lego, dan Arduino Uno kepada siswa-siswinya.

Dalam acara workshop tersebut, Adiatmo juga memotivasi warga sekolah Cendekia Harapan bahwa membuat robot itu mudah. Modal terbesar dalam membuat robot adalah 'niat'.

"Seperti yang dilakukan pelajar SMA Cendekia Harapan, Sheena Abigail, dengan niatnya yang besar dalam mengatasi permasalahan air bersih di Indonesia, dia mampu membuat sebuah robot Tirta Amertha," tegas Adiatmo.

Kepala Pengawas Sekolah Cendekia Harapan, Mustika, mengatakan Cendekia Harapan menjadi saksi pelaksanaan berbagai metode pembelajaran yang menjadi ciri khas sekolah.

Dia menjelaskan bahwa awal mula pergerakan STEM di Cendekia Harapan diawali dengan adanya pilihan metode pembelajaran problem based learning (PBL), project, debate, dan challenge bagi siswanya.

Hal itulah yang mendorong Sheena Abigail untuk membuat projek Tirta Amertha sebagai produk di proyek metode yang ia ikuti selama satu semester. Membuat sebuah robot seperti halnya kita memberi kehidupan kepada benda mati, mencoba menyelami bahasa yang dipahaminya sampai berhasil.

"Memang tidak mudah meraih kesuksesan, karena di setiap kesuksesan ada banyak tantangan dan mesti siap menghadapi ujian kegagalan yang harus dilalui," pungkas Mustika. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya