Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGKATNYA debit air sungai Bengkulu hingga menyebabkan musibah banjir dan longsor tidak lepas ulah manusia. Meski begitu, alih fungsi lahan hutan ke pertambangan bukan penyebabnya.
Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Putera Parthama mengemukakan hal itu ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Senin (29/4).
Putera mengatakan berdasarkan peta planologi Bengkulu terlihat tutupan lahan di Bengkulu sebanyak 80% terdiri dari pertanian lahan kering campur seluas 37.858 hektare pada daerah tangkapan air (DTA) yang memperburuk daya dukung lingkungan. Adapun kegiatan tambang hanya sekitar 2,24% atau 1.053,5 hektare dan merupakan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
"Kalau menurut peta, pertambangan hanya 2%. Dominan pertanian lahan kering. Jadi tidak bisa juga bilang rusak karena pertambangan," ujarnya Putera.
Di kesempatan berbeda, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Murado menyebutkan bencana banjir dan longsor di sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu disebabkan kerusakan di kawasan hulu sungai yang merupakan daerah tangkapan air. Ia menyebut, dari temuan BNPB tangkapan air di hulu sungai mengalami perubahan fungsi lahan karena pertambangan sehingga menyebabkan banjir.
BNPB mencatat sejauh ini bencana banjir di Bengkulu telah menewaskan 29 orang korban dan 13 lainnya masih dinyatakan hilang. (A-2)
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Disnakeswan Provinsi Bengkulu, telah menyalurkan sebanyak 19.400 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat ke sepuluh kabupaten/ kota yang ada sebagai upaya pencegahan wabah pada hewan ternak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Ternak yang terserang tersebut, tersebar ditiga kecamatan yakni Tanjung Kemuning, sebanyak 83 ekor, Padang Guci Hilir, 6 ekor dan Luas, 42 ekor.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved