Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYEMARAKKAN peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tahun ini menjadi fokus perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun ini perhatian pemerintah yang selama ini ke infrstruktur beralih ke sumber daya manusia (SDM). Namun, bukan berarti pembangunan infrastruktur akan ditinggalkan sama sekali, tetapi ia akan mulai diberi tekanan pada pembangunan SDM," papar Mendikbud Muhadjir Effendy pada sambutan peresmian Semarak Hardiknas 2019 di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (26/4).
Turut hadir Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina, Ketua Penyelenggara Hardiknas 2019 Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, Dirjen PAUD Harris Iskanda, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Kepala Badan Bahas Dadang Sunendar, Kepala Balitbang Totok Suprayitno, dan segenap jajaran pejabat dan pegawai Kemendikbud lainnya.
Menurut Muhadjir Effendy, sejatinya tanggung jawab pembangunan SDM tidak hanya pada Kemendikbud, tetapi juga kementerian lain turut terlibat dalam proses pembangunan SDM yang diikat dalam tema besar, yaitu revolusi mental.
Pada dasarnya revolusi mental ialah titik tumpu dalam membangun SDM. Dalam upaya membangun SDM ini, lanjutnya, bekal utama yang diberikan kepada generasi muda ialah pembekalan mentalitas. "Apa pun yang kita berikan pada peserta didik akan percuma kalau tidak memiliki mental yang baik. Oleh karena itu, revolusi mental ialah pilihan yang strategis," tandasnya.
Adapun implementasi revolusi mental di bawah Kemendikbud, pertama pendidikan karakter yang telah tertuang melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK.
Kedua, memberikan keterampilan bagi siswa dengan pendidikan vokasi. "Ke depannya, tidak hanya siswa SMK mendapat pembekalan vokasi, tetapi juga siswa SMA," ujarnya.
Dengan pembekalan ini, lanjut Muhadjir, para peserta didik dapat memasuki dunia kerja dengan percaya diri. "Ini menjadi komitmen kita memperkuat penguatan karakter dan menyiapkan anak didik kita melalui pendidikan vokasi. Kita tidak bisa menyiapkan generasi yang baik yang mempunyai keterampilan yang bagus saja jika mempunyai karakter lembek atau tidak bagus, itu akan percuma," tegasnya
Dia menambahkan, penguatan karakter akan ditekankan pada pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar SD-SMP dan persiapan memasuki dunia kerja jenjang SMA dan SMK.
Fokus pemerintah
Ketua Penyelenggara Hardiknas 2019, Didik Suhardi menambahkan penyiapan SDM menjadi fokus perhatian pemerintah. Hal itu sesuai dengan kebutuhan dunia global.
"Pendidikan karakter penting agar anak-anak Indonesia ke depan benar-benar siap menghadapi era globalisasi, yang ditandai dengan industri 4.0 yang harus kita hadapi," ujarnya.
Didik yang juga Sekjen Kemendikbud berharap ada langkah signifikan seusai perhelatan Pekan Hardiknas 2019. "Setelah acara Pekan Hardiknas ini selesai, harus ada catatan penting mengenai apa yang harus dilakukan ke depan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air," ujarnya.
Untuk mencapai hal itu, dia meminta semua pihak agar terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas guru, kualitas pembelajaran, dan fasilitas pembelajaran agar dapat memenuhi 8 standar nasional pendidikan.
Dirjen Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengutarakan harapannya melalui Hardiknas 2019 semua sekolah, kepala sekolah, dan guru, harus fokus pada kualitas pembelajaran, kualitas manajemen sekolah dan peningkatan untuk kompetensi siswa.
Yang namanya mutu pendidikan yang diukur ialah kompetensi siswa. "Kita selama ini sudah melakukan banyak hal, kurikulum telah beberapakali berganti dengan alasan untuk meningkatkan mutu. Gurunya juga sudah dilatih dan banyak direkrut. Jadi, kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa harus dikawal. Bahwa tujuan akhirnya adalah pembelajaran di kelas, "pungkasnya.
Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina, mengaku, pihaknya berkolaborasi dengan Kemendikbud menyemarakan Hardiknas 2019. Ia mengapresiasi Hardiknas tahun ini lebih semarak di berbagai daerah di 34 provinsi. IKAPI juga berpartisipasi menggelar pameran buku dan menjual buku bermutu, tetapi dengan harga murah yang terjangkau masyarakat luas. (S2-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved