Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah meninggal dunia pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sebagian besar mengalami serangan jantung dan stroke.
“Beban kerja yang berat, tekanan fisik, tingkat stres tinggi, dan makan tidak benar membuat jantung bekerja lebih keras,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syams saat dihubungi Media Indonesia, (24/4).
Menurutnya, kasus yang sama pernah terjadi pada Pemilu 2009 lalu. Saat itu, pemilu legislatif juga dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah daerah.
Akibatnya, petugas KPPS harus bekerja siang dan malam dalam menyiapkan pemilu, tidak hanya pada hari pemungutan suara. Agar bisa bekerja dan tetap terjaga selama proses perhitungan suara, kebanyakan petugas KPPS meminum kopi.
“Kafein yang terkandung di dalamnya menyebabkan jantung bekerja lebih keras, ditambah lagi kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur,” bebernya.
Menurut Ari, normalnya jam bekerja seseorang maksimal 8 jam per hari. Lebih dari itu tidak disarankan. Selain memicu human error, imbuhnya, pekerjaan yang terlampau panjang berisiko mengganggu kesehatan.
Kelelahan bisa berdampak sangat buruk pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan lain-lain. “Umumnya petugas KPPS yang meninggal bukan usia muda. Secara fisik sudah ada permasalahan seperti sumbatan pada pembuluh darah itu bisa menyebabkan serangan jantung,” jelasnya.
Meningat dampak dari pemilu serentak seperti itu, Ari pun menyarankan agar petugas pemilu, terutama di tingkat KPPS, diperbanyak jumlahnya sehingga mereka bisa bekerja secara sif (bergantian).
“Konsumsi makan dan minuman harus cukup dan pakai sif, ada waktu istirahat jadi bergantian. Kelihatan pemilu dengan sistem serentak efektif, tapi penyelenggara menjadi korban, memicu juga human error karena kelelahan,” tukasnya.
Saat ditemui dalam kunjungan kerjanya di Denpasar, Bali, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan pandangan senada. Ia menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan pada penyelenggara pemilu sejak dari rekrutmen. (Ind/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved