Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak, Muhamad Figo, tampak riang berjalan ke sana kemari. Bocah berusia 2 tahun 2 bulan itu lalu kembali ke pelukan ayahnya sambil tertawa.
"Baru seminggu ini bisa jalan. Sebelumnya lumpuh karena terkena kanker darah (leukimia)," ujar sang ayah, Syatifudin, 27, yang sudah lima bulan tinggal di rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), di Jl Percetakan Negara XI, Jakarta Pusat, Senin (15/4).
Figo merupakan bagian dari 38 anak yang tinggal di rumah singgah YKAKI. Selain anak balita, ada juga Vita, 10, dari Bengkulu yang baru datang dan Ervan, 16, penderita maligna non hodkin (LMNH) dari Pontianak, Kalimantan Barat.
"Vita itu diantar Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bengkulu karena tidak ada yang mengurus. Ibunya sudah meninggal, kakaknya arus bekerja untuk membayar utang, dan bapaknya kurang peduli, sedangkan Ervan, bapaknya pulang karena harus bertani untuk menghidupi keluarganya," ujar duta YKAKI, Retno Palupi A Noya.
Siang itu 38 anak penghuni rumah YKAKI dan para orangtua berkumpul menggelar acara. Ada pertunjukan tari modern, bernyanyi, dan sulap yang dibawakan anak-anak tersebut. Para anak penderita kanker dari berbagai daerah itu menunjukkan aksi mereka di hadapan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi, Irwan Hidayat, dan rombongan yang mendonasikan Rp350 juta ke YKAKI.
Fasilitas gratis
Upaya membantu menanggulangi kanker anak di Indonesia tidak selalu dengan obat-obatan. Bisa juga melalui informasi tepat guna mengenai deteksi dini, menyediakan sarana akomodasi/rumah singgah, pendidikan bagi anak-anak yang sedang dalam perawatan di rumah sakit, juga advokasi atau pendampingan.
Salah satu yang dilakukan YKAKI dalam mendukung anak-anak penderita kanker mencapai kesembuhan ialah lewat rumah singgah. Menurut Ketua YKAKI Ira Soelistyo, rumah singgah tersebut berdiri sejak 2006. Idenya berawal saat Ira membawa anaknya yang terkena kanker berobat ke Belanda. Di sana ia tinggal di rumah singgah McDonald.
Saat ini sudah ada tujuh cabang Rumah Singgah YKAKI, yakni di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Manado, Makassar, Semarang, dan Pekanbaru. Semua pembiayaan operasional cabang tersebut ditanggung YKAKI.
Lebih lanjut, Ira yang didampingi pendiri YKAKI lainnya Aniza Alatas, mengatakan dipilihnya lokasi Jl Percetakan Negara supaya dekat dengan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), sehingga anak penderita kanker tidak terlalu jauh untuk berobat. Di Jakarta YKAKI bekerjasama dengan RS Fatmawati, Dharmais, dan RS Harapan Kita.
Baca Juga : Irwan Hidayat Peduli Kanker
Ira mengaku bersyukur dengan bertambahnya donasi dari Irwan Hidayat. Sebabnya, YKAKI harus membiayai mulai dari makan, vitamin, susu, buku-buku sekolah, alat mandi, bahkan obat-obatan. "Kadang ada obat yang harus cepat diberikan, sementara kalau menunggu BPJS agak antre," jelasnya.
Aniza menambahkan, pembiayaan yang cukup besar juga dikeluarkan untuk pendidikan. YKAKI menyediakan program Sekolahku untuk anak-anak itu.
Untuk menjadi penghuni rumah singgah YKAKI tidaklah sulit yakni, peserta BPJS rujukan kelas 3. "Daya tampung rumah kami 50 anak. Tempat tidur didesain cukup untuk ibu atau bapak dan anaknya. Semua di sini gratis," tambahnya.
Sementara itu, Irwan Hidayat mengatakan kehadiran pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penderita kanker. "Kami datang menghibur anak-anak sehingga setidaknya mereka tidak merasa kesepian. Bantuan yang diberikan adalah uang tunai yang akan dimanfaatkan untuk membangun rumah singgah," ujarnya. (H-2)
Rumah Singgah untuk Pasien Anak Penyakit Kronis
PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat, memiliki rumah singgah di Kelurahan Sukaraja Kecamatan Cicendo Kota Bandung untuk masyarakat yang tengah menjalani pengobatan.
Padel for Hope 2025 juga menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan dukungan.
Fasilitas rumah singgah memberikan akses akomodasi sementara yang layak, nyaman, dan gratis, terutama bagi pasien anak dan keluarga dari luar kota.
Menko PMK Pratikno menekankan agar pemindahan warga dari pengungsian ke rumah singgah dipercepat untuk mengurangi risiko kesehatan dan keterbatasan fasilitas.
Kegiatan CSR bertemakan Sharing Happiness With RHI by Floss itu diresmikan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-10 Rumah Harapan Indonesia bertemakan ‘Brighter Future’.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved