Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM Grand Final Pejaten Icon 2019 berlangsung Sabtu (13/4) dengan menampilkan finalis yang terdiri atas 30 pria dan wanita untuk kategori anak dan 30 pria dan 30 wanita untuk kategori remaja atau dewasa.
Malam Grand Final ini memilih 9 pemenang untuk kategori anak dan 12 pemenang untuk kategori remaja/dewasa.
Mengusung tema 'Dare Denim', kegiatan yang diselenggarakan untuk ketujuh kalinya oleh Pejaten Village ini telah berlangsung sejak 29 Maret lalu dan telah melalui babak penyisihan, mulai dari audisi untuk memilih 60 semifinalis dari masing-masing kategori yaitu kategori anak-anak pria dan wanita usia 4 hingga 12 tahun dan kategori remaja/dewasa baik pria dan wanita usia 13 hingga 27 tahun.
Pada Malam Grand Final ini, Pejaten Village menghadirkan deretan juri ternama mulai dari desainer, model, dan koreografer ternama antara lain Bunga Jelita (Puteri Indonesia 2017), Musa Widyatmodjo (desainer), Wawan Soeharto (koreografer profesional) dan M Ardi Rukmawan (Marketing Communication Manager Pejaten Village).
Pemenang berhak mendapatkan hadiah menarik yang disiapkan Pejaten Village dan mitra penyelenggara berupa uang tunai, OVO point, voucer belanja, trofi, sertifikat, produk elektronik, produk sponsor, dan masih banyak lagi dengan nilai total ratusan juta rupiah.
"Pemilihan tema ini sengaja kami ambil karena denim kembali menjadi tren fesyen tahun ini. Dengan demikian, akan memudahkan peserta lomba untuk berkreasi menggunakan denim.
Untuk memberikan nuansa denim, kami juga menampilkan berbagai ornamen warna biru dan aksen bunga sebagai warna dominan dekorasi yang kami siapkan mulai dari pintu masuk utama hingga panggung tempat berlangsungnya acara serta meja juri," ujar Ardi Rukmawan, Marketing Communication Manager Pejaten Village, dalam keterangannya, Senin (15/4).
Baca juga: Peringatan Hari Warisan Dunia Dilaksanakan di Bali
Adapun penilaian untuk memilih pemenang Pejaten Icon ialah finalis yang memenuhi kriteria di antaranya teknik berjalan di panggung catwalk, keserasian busana, fotogenik, dan ekspresi wajah.
Puteri Indonesia 2017 sekaligus Juri Pejaten Icon, Bunga Jelita, mengatakan, ajang ini salah satu cara untuk menyalurkan potensi anak muda, khususnya mereka yang memiliki bakat di dunia model dan hiburan. Dengan begitu, mereka mampu mempromosikan Pejaten Village.
"Saya melihat finalis sudah siap dan memiliki potensi sebagai model. Yang penting mereka harus percaya diri, memiliki attitude yang baik, enjoy the moment, dan tetap down to earth.
Dulu saya juga sempat enggak percaya diri sebagai model, tapi saya keluar dari zona nyaman dan menjadi diri sendiri hingga bisa seperti sekarang ini," ujar Bunga.
Sementara itu, perancang busana sekaligus juri Pejaten Icon, Musa Widyatmodjo, menambahkan bahwa ajang seperti ini masih diminati karena sekarang ini eranya 'ingin tampil'. Salah satunya lewat media sosial di mana mereka bisa mempromosikan diri.
"Sesuai dengan tema busana yaitu Dare Denim, beberapa finalis sudah ada yang sesuai. Tapi masih banyak juga yang salah menerjemahkan. Mungkin beberapa orang tua atau penjahit yang membuat busana tersebut kurang memahami konsep desain. Namun, ke depannya tentu semakin berpengalaman dan bisa memahami," jelasnya. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved