Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cegah Karhutla, Penurunan Muka Air Gambut Perlu Diwaspadai

Dhika Kusuma Winata
09/4/2019 18:55
Cegah Karhutla, Penurunan Muka Air Gambut Perlu Diwaspadai
Kebakaran Lahan Gambut(ANTARA)

PEMERINTAH diminta untuk terus memantau tinggi muka air lahan gambut untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Bambang Hero Saharjo.Dia mengatakan, karhutla kerap terjadi di lahan gambut yang salah satu faktornya karena penurunan tinggi muka air yang menyebabkan gambut menjadi lebih kering.

Baca juga: Kemenkominfo terus Identifikasi Informasi Bohong Jelang Pilpres

"Perlunya secara rutin untuk melakukan patroli udara, air dan darat untuk mencegah kebakaran berlanjut dan mengantisipasi terjadinya pembiaran. Itu bisa dengan mengaktifkan monitoring dan supervisi sekat kanal," kata Bambang melalui keterangan pers yang diterima, Selasa (9/4).

Bambang juga menyoroti soal kebakaran yang sering terjadi di dalam kawasan hutan produksi dan kawasan hutan konversi. Pihak-pihak terkait diminta untuk melakukan penertiban atau memberikan tindakan tegas jika terjadi kebakaran.

Menanggapi itu, Direktur Pengendalian Karhutla, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raffles Panjaitan, mengatakan pascakejadian karhutla dahsyat pada 2015, paradigma dalam pengendalian karhutla telah berubah. Saat ini, upaya pencegahan lebih diutamakan. Pencegahan dimulai dengan sistem deteksi dini hotspot melalui citra satelit dan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke hotspot di tingkat tapak.

Patroli terpadu termasuk pemantauan di lahan gambut, ujarnya, juga terus ditingkatkan setiap tahunnya dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur masyarakat. Patroli terpadu dilakukan di desa-desa yang rawan karhutla setiap tahunnya.

Pada 2016, patroli terpadu sudah menjangkau 731 desa dan pada 2017 menjangkau 1.203 desa. Kemudian, pada 2018 patroli menjangkau 1.255 desa.

Baca juga: Kemensos Kaji Ulang Indeks Bantuan Pangan Nontunai

"Tahun ini kami akan menjangkau 1.240 desa yang dikoordinir KLHK dengan satuan petugas yang ada di provinsi. Sejauh ini, hasilnya 80% desa-desa yang dijangkau patroli terpadu tidak terjadi kebakaran," ujar Raffles.

Berdasarkan data KLHK, luas indikatif karhutla di seluruh Indonesia periode Januari hingga Februari tahun ini mencapai 5.776 hektare. Sebagian besar terjadi di Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Sekitar 2.181 hektare kebakaran di antaranya terjadi di tanah gambut. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya