Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Uhamka Jakarta pada 4-5 April 2019.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini diikuti 12 perguruan tinggi yakni Uhamka sebagai tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pertahanan Indonesia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Udayana, dan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UIN Gunung Djati, dan Universitas Yarsi.
Mengambil tema 'Honoring Diversity in Daily Living', Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran akan keberagaman dan keanekaragaman budaya Indonesia di kalangan mahasiswa. Sehingga akan tercipta kehidupan sosial yang harmonis.
Rektor Uhamka, Prof Dr Gunawan Suryoputro, saat membuka Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia ini, mengutarakan, tema konferensi sangat tepat di tengah perkembangan dan situasi kehidupan bermasyarakat Indonesia. Mengingat ada ancaman dan gejala perpecahan dengan menolak keberagaman yang tidak sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Kami menangkap kesan masyarakat Indonesia kini menjadi terkotak-kotak, tersekat satu dengan lain dan seakan menolak keberagaman," kata Gunawan dalam keterangannya, Minggu (7/4).
Turut hadir pada acara pembukaan Wakil Rektor III Uhamka, Dr Lelly Qodariah MPd, Dekan Fakultas Psikologi Uhamka, Dr Yulmaida Amir MA. Selain itu, hadir pula sebagai narasumber Ichsan Malik MSi dan Dr Yayah Khisbiyah MA, para tenaga pengajar, serta para peserta peneliti muda Psikologi Uhamka.
Baca juga: Siswa SMA Indonesia Lolos Masuk Harvard University
Gunawan mengingatkan keberagaman sejatinya sudah dimiliki Indonesia sejak negara ini berdiri. Para founding father menyadari Indonesia memiliki keragaman suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Karena itu lahirlah semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Saat ini, diakui Gunawan, semboyan tersebut menjadi sekadar ucapan yang hampir semua rakyat Indonesia ingat. Namun tidak mengerti akan makna yang terkandung didalamnya.
Kurangnya kesadaran dalam menghormati keanekaragaman inilah yang menjadi salah satu penyebab sulitnya menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai di antara sesama warga bangsa.
Perpecahan dan gejala menolak perbedaan tersebut, lanjut Rektor, para peneliti muda psikologi bisa mengambil peran aktif. Misalnya melalui penelitian yang mengambil objek kehidupan masyarakat dilingkungan terdekat.
"Lakukan penelitian dari hal-hal sederhana, di lingkungan terdekat Anda. Cari solusi agar negara ini kembali direkatkan kesadaran akan perbedaan dan keberagaman penduduknya," tegasnya.
Pada konferensi yang dilanjutkan dengan workshop terdapat 40 artikel dan 133 abstrak yang dibahas peserta.
Pada sesi penutupan konferensi diumumkan 10 artikel ilmiah terbaik. Di antaranya 3 artikel berasal dari Uhamka, 3 artikel dari UII, 1 artikel dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 1 artikel dari Undip, 1 artikel dari Ukrida, serta 1 artikel dari UPJ. Untuk peneliti muda terbaik diraih Uhamka dan UM Purwokerto. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved