Headline
Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.
Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.
PEMERINTAH akan memberi kesempatan pada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk studi banding ke luar negeri. Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan telah mendapatkan perintah dari presiden untuk melakukan seleksi kepada pendamping PKH di seluruh Indonesia.
“Kita sedang susun mekanisme seleksinya misalnya pendamping PKH dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi (mandiri) terbanyak dan tercepat prosesnya,” jelas Mensos dalam dialog dengan 1.000 KPM PKH di YPI Ciawi, Bogor, pekan lalu.
Agus menjelaskan, seleksi terhadap pendamping berprestasi akan dimulai tahun ini. Untuk itu, Kementerian Sosial segera menyusun mekanisme seleksi tersebut. “Saya inginnya setiap provinsi akan diwakili satu pendamping yang terbaik. Jumlah pendamping di Indonesia ada 36.000. Mereka ini yang akan diseleksi di tiap daerah,” tambah Mensos.
Langkah itu, kata Mensos, dilakukan agar para pendamping PKH memiliki pandangan luas terkait pembangunan di negara maju. Sehingga bisa mengambil langkah lebih dalam pengentasan kemiskinan.
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan peran pendamping sangat vital untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada KPM PKH agar dapat mandiri secara cepat guna memberikan ruang kepada keluarga miskin lainnya untuk mendapatkan bantuan PKH. (Ant/H-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved