Jumat 15 Maret 2019, 15:00 WIB

BPJS Tunggu Keputusan Baru untuk Dua Obat Kanker Kolorektal

Indriyani Astuti | Humaniora
BPJS Tunggu Keputusan Baru untuk Dua Obat Kanker Kolorektal

ANTARA

 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunggu aturan baru yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan berkaitan dengan dua obat kanker kolorektal (usus besar dan anus) yaitu bevasizumab dan setuksimab yang kembali dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), setelah sempat dihentikan pada 1 Maret 2019.

Kebijakan untuk menghapus kedua obat itu dari terapi target kanker kolorektal dalam program JKN itu termuat dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/707/2018. Namun karena menuai polemik, akhirnya keputusan itu ditinjau ulang.

"Kami menunggu surat keputusan dari Kemenkes. Kalau Keputusan Menteri Kesehatan masih bunyi seperti itu tidak bisa BPJS tidak mematuhi regulasi," ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf ketika ditemui, di Jakarta, Kamis (15/3).

Dari hasil desakan saat rapat dengar pendapat bersama antara Kementerian Kesehatan, Komisi IX DPR, dan pihak terkait, di Jakarta, pekan lalu akhirnya keputusan itu resmi ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kedua obat tersebut kembali masuk dalam program JKN.

Penundaan itu juga didasari masukan dari Perhimpunan Dokter Sesialis Bedah Digensif Indonesia (Ikabdi) dan Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin). Pasalnya, Ikabdi mengaku tidak dilibatkan dalam rencana penghapusan dua obat terapi target kanker usus besar.

"Untuk melaksanakan rekomendasi komisi IX harus ada dasar regulasi yang kuat. Makanya kami menunggu keputusan baru dari Kementerian Kesehatan," ucap Iqbal.

 

Baca juga: Cinta Laura Ajak Perempuan Waspadai Kanker Serviks

 

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan akan ada kajian secara ilmiah mengenai efektivitas pemberian dua obat untuk pasien kanker kolorektal itu. Kajian dianggap penting karena obat yang diberikan tidak bisa sembarangan.

Di samping harganya yang relatif mahal, dua obat tersebut merupakan terapi tambahan selain pengobatan standar yang diterima pasien JKN.

Selain obat kanker kolorektal, obat lain yang sempat dicabut ialah insulin bagi pasien diabetes yang berobat menggunakan program JKN. Iqbal mengatakan saat ini, insulin sudah kembali dijamin. Terapi insulin, terang Iqbal, diberikan bagi pasien lama yang sebelumnya sudah mendapatkan insulin dan dengan pemeriksaan HbA1c kurang dari 9%. 

HbA1c atau Hemoglobin A1c (HbA1c) digunakan untuk memantau glukosa darah pada pasien diabetes. HbA1c merupakan indikator jangka panjang kontrol glukosa darah. (OL-3)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

Menag Doakan Ketum PBNU Segera Sembuh dari Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 30 November 2020, 12:52 WIB
Sebagai penyintas covid-19, Menag berpesan kepada Said Agil untuk fokus pada kesehatan, perbanyak istirahat, serta disiplin dalam isolasi,...
DOK KLHK

Sepasang Harimau Sumatera Bersaudara Kembali ke Habitat Alaminya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 12:35 WIB
Saat proses pelepasliaran, Putra Singgulung terlebih dahulu melakukan lompatan pertama ke...
ANTARA/HO/Setpres-Lukas

Jokowi Minta Mendagri Ingatkan Kembali Kepala Daerah Soal Prokes

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 11:42 WIB
Kepala Negara menegaskan tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya, terlebih dalam situasi pandemi covid-19 sekarang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya