Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UPAYA untuk terus menekan prevalensi stunting di Indonesia bukan perkara mudah. Perlu upaya penanganan yang komprehensif.
Untuk mencegah stuntung, intervensi gizi spesifik diperlukan yang salah satunya melalui pemanfaatan sumber pangan lokal.
Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Fathoni mengatakan salah satu pangan lokal yang potensial untuk dimanfaatkan mencegah stunting ialah singkong.
Menurutnya, singkong sebagai komoditas pangan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Sifatnya fleksibel karena dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Baik itu pada tanah dengan pH asam maupun tanah dengan kadar alkalin.
Baca juga : 10 Desa Kabupaten Indramayu dapat Intervensi Penanganan Stunting
"Ini sangat potensial dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernutrisi karena memiliki kandungan betakaroten yang tinggi," ujar Fathoni dalam diskusi Penurunan Prevalensi Stunting dari Pangan Lokal, di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (28/2).
Sayangnya, kata Fathoni, singkong belum menjadi sumber pangan utama. Selama ini masih ditekankan pada konsumsi dari komoditas padi, jagung, dan kedelai.
Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan singkong kurang populer karena minimnya inovasi olahan.
Karena itu, LIPI mengembangkan singkong sebagai bahan pangan olahan berupa tepung termodifikasi untuk bahan baku pembuatan mie sayur. (OL-8)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved