Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Hilang Selama 38 Tahun, Lebah Raksasa Ini Ditemukan di Indonesia

Basuki Eka Purnama
26/2/2019 10:45
Hilang Selama 38 Tahun, Lebah Raksasa Ini Ditemukan di Indonesia
(AFP)

SEEKOR lebah raksasa yang memiliki rahang besar dan sayap lebar ditemukan untuk pertama kalinya dalam tempo 38 tahun.

Lebah raksasa Wallace atau yang memiliki nama ilmiah Megachile pluto merupakan spesies lebah terbesar di dunia. Kini, keberadaan mereka telah dipastikan.

Lebah Megachile pluto betina memiliki lebar sayap 63,5 milimeter dan ukuran panjang dari kepala ke ekor 38 milimeter.

Seekor lebah betina itu difoto dan divideokan di Maluku Utara pada Januari lalu. Hal itu diungkapkan oleh Global Wildlife Conservation Society pada pekan ini.

Sebuah tim ekspedisi menemukan lebah itu dalam sarangnya di sebuah gundukan rayap di sebuah pohon yang membusuk.

"Hal itu merupakan kabar yang sangat baik," ujar Clay Bolt, fotografer alam asal Amerika Serikat yang menjadi anggota ekspedisi itu.

Baca juga: Daerah Dekat Garis Khatulistiwa Alami Dua Kali Kemarau

Lebah itu pertama kali dilihat oleh Iswan, salah satu pemandu Indonesia dalam tim ekspedisi itu. Iswan melihat gundukan rayap dengan lubang yang disebutnya 'berukuran tepat bagi lebah raksasa itu'.

Iswan kemudian memanjat dan menyelidiki sarang tersebut. Dia kemudian meloncat turun karena melihat pergerakan lebah tersebut.

Entomolog dari Amerucan Museum of Natural History Eli Wyman kemudian menyusul Iswan dan mengonfirmasi bahwa sarang itu kemungkinan besar adalah sarang Megachile pluto.

Bolt yang menggunakan lampu di kepala kemudian memanjat pohon untuk melihat sarang itu.

"Saya melihat lebah itu memandangi saya. Itu adalah momen yang luar biasa," ujar Bolt dalam wawancara dengan CBC News.

Tim ekspedisi itu menunggu selama dua jam agar lebah itu keluar dari sarangnya. Akhirnya, mereka menepuk dengan lembut menggunakan rumput, lebah itu keluar dari sarangnya.

Sebelum penemuan pada Januari lalu, hanya ada dua laporan ilmiah mengenai keberadaan spesies itu, Yang pertama adalah oleh Alfred Russell Wallace, entomolog yang mengembangkan teori wvolusi di saat yang sama dengan Charles Darwin. Yang kedua adalah oleh entomolog Amerika Serikat Adam C Messer pada 1981 saat dia menemukan enam sarang lebah itu di Maluku.

Lebah itu sangat jarang ditemukan sehingga warga lokal mengaku tidak pernah melihat lebah itu saat diwawancarai oleh tim ekspedisi.

Namun, ada alasan menduga lebah itu belum punah karena bangkai lebah itu terjual di eBay seharga US$11.975 pada Maret tahun lalu.

Lebah itu menjadi spesies ketiga dari daftar 25 spesies paling dicari di dunia yang ditemukan sejak daftar itu dirilis pada 2017.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, Fernandina Giant Tortoise ditemukan dalam kondisi hidup di Kepulauan Galapagos.

Spesies hilang pertama yang ditemukan adalah Jackson's climbing salamander di Guatemala pada 2017. Pemberitaan mengenai penemuan itu membantu digelarnya pengumpulan dana untuk melindungi habitan hewan itu.

Robin Moore dari Global Conservation Society's Lost Species berharap hal yang sama juga terjadi pada penemuan lebah raksasa itu.

Saat ini, dalam daftar yang dikeluarkan International Union for the Conservation of Nature, lebah itu hanya berstatus vulnerable bukan endangered. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya