Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pemerintahan Saat Ini Semakin Baik Urus Hutan dan Lingkungan

Sri Utami
13/2/2019 14:55
Pemerintahan Saat Ini Semakin Baik Urus Hutan dan Lingkungan
(ANTARA)

DIREKTUR World Resources Institute (WRI) Indonesia Nirarta Samadhi mengatakan angka deforestasi saat ini turun signifikan dibandingkan era pemerintah sebelumnya. Selain deforestasi, pemerintah juga membuat program perhutanan sosial yang memberikan keberpihakan kepada masyarakat.

Pemerintah saat ini, dinilai WRI Indonesia memiliki capaian terbaik dalam mengelola lingkungan dan hutan. Salah satunya terlihat dari angka deforestasi yang menurun selama lima tahun terakhir.
 
"Capaian itu selalu naik dan turun. Dari sisi pengelolaan kehutanan misalnya, capaian pemerintah sekarang kalau deforestasi adalah ukurannya baik, karena secara signifikan deforestasi kita turun. Tentu ada alasan mengapa begitu, karena semakin kuatnya usaha meredam kebakaran," ujar Nirarta seusai diskusi Darurat Penyelamatan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Rendah Karbon di Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Nirarta juga menuturkan meski berbagai program lingkungan yang dilakukan pemerintah berdampak positif namun hal tersebut tidak akan optimal tanpa adanya transparansi pengelolaan perhutanan sosial.

"Misalnya perubahan angka dari target besar ke target lebih kecil harusnya bisa dijelaskan kepada masyarakat, mengapa demikian. Kriteria dari pemberian perizinan perhutanan sosial juga bisa dibuka kepada masyarakat. Kalau yang dicapai angkanya tidak sebesar yang diperkirakan semula, mengapa demikian? barangkali masyarakat bisa membantu agar target tercapai. Karena bagaimana pun masyarakat yang memperoleh manfaat dari itu," tuturnya.

Baca juga: Petahana Dinilai Sukses Kelola Lingkungan

Selain lingkungan, fokus pemerintah terhadap keberlangsungan energi juga menjadi perhatian dan tugas besar untuk pemerintahan selanjutnya. Di tengah kerja keras itu, pemerintah wajib menjaga kelangsungan lingkungan rendah karbon.

Saat ini, pemerintah menilai penggunaan batu bara menjadi energi tepat yang dapat diandalkan. Tapi hasil laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) ancaman pemanasan global akan naik 1,5 derajat pada 2030.

"Masalah energi, kita tahu ada namanya energy mixed, yaitu komposisi apakah dari energi terbarukan, energi batu bara dan sebagainya, sampai sekarang capaiannya boleh dibilang menjanjikan. Tapi ingat ada laporan IPCC yang menuntut kita jauh lebih agresif dari apa yang kita lakukan sekarang," tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, menurut Nirarta, pembangunan serentak harus mempertimbangkan tiga prinsip yakni pertumbuhan ekonomi terjaga, perlindungan lingkungan harus dilakukan bersamaan dan kesejahteraan masyarakat, dan penyeimbangan harus berlandaskan pada pembangunan berkelanjutan rendah karbon.

"Tiga hal ini saling bergerak ke arah yang berbeda. Kalau kita ingin pertumbuhan tinggi butuh resources besar. Kalau resources untuk pertumbuhan ekonomi hanya sebagian kecil yang memperoleh manfaat, jadi kesejahteraan sosial terlupakan," pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya