Kamis 17 Januari 2019, 21:50 WIB

Kemenristekdikti Sebut KKN Latih Mahasiswa Jadi Pemimpin

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemenristekdikti Sebut KKN Latih Mahasiswa Jadi Pemimpin

foto : dok.Kemenristekdikti

 

DIREKTUR Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani, menegaskan Kuliah Kerja Nyata atau KKN di perguruan tinggi merupakan program yang tepat dalam melatih aktivitas mahasiswa menjadi pemimpin.

"Melalui program KKN di perguruan tinggi sejatinya kami sedang merancang dan melatih mahasiswa menjadi pemimpin dengan dua kompetensi yakni kompetensi hard skill, dan kompetensi soft skill," kata Paristiyanti saat menghadiri pelepasan 925 mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) di Jakarta, Kamis (17/1).

Paristiyanti mengatakan, kompetensi soft skill mahasiswa mampu melakukan komunikasi, yakni komunikasi dengan rekan sejawat kampus yang berbeda jurusan, dan juga masyarakat di tempat KKN. Lalu mampu melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama.

Juga kemampuan dalam critical thinking, yakni mahasiswa harus peka terhadap kondisi sosial, peduli terhadap permasalahan masyarakat, dan mahasiswa harus bisa mengidentifikasi masalah serta mencari solusi bersama sama, serta mempelajari kemampuan menulis atau writing skill.

"Soft skill lainnya yang juga penting adalah berakhlak mulia, dan banyak sikap baik lainnya yang dirangkum menjadi berbudi luhur seperti nama universitas ini," cetusnya.

Rektor UBL, Prof Dr Didik Sulistyanto, mengemukakan, sebanyak 925 mahasiswa UBL yang mengikuti KKN tersebar di 95 lokasi untuk 6 provinsi. Mereka akan berada lokasi KKN selama satu bulan penuh untuk menerapkan beberapa program yang sudah disiapkan seperti program Citarum Harum, pembangunan solar sel, bank sampah, dan lainnya.

Didik mengutarakan, tahun ini merupakan tahun kedua UBL mendapatkan hibah KKN Tematik Citarum Harum. Program ini digelar dalam rangka membersihkan Sungai Citarum.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada UBL sehingga kami terpilih sebagai koordinator sekitar 100 PTS untuk program KKN Citarum Harum," kata Didik.

Sementara Ketua Yayasan Budi Cakti Luhur, Kasih Hanggoro MBA, mengemukakan, dukungan pada program KKN yang mendidik mahasiswa UBL juga mendidik masyarakat dalam berbagai aspek, di berbagai wilayah Tanah Air. (RO/OL-1)

 

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya